UYPUYP

Soeropati: Journal of Community ServiceSoeropati: Journal of Community Service

Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolik kronis yang menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia, sehingga International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organization (WHO) menetapkan tanggal 14 November sebagai Hari Diabetes Sedunia. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diabetes Mellitus, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait pola makan dan minum. Penyuluhan dilakukan kepada kader PKK sebagai ujung tombak yang meneruskan informasi kepada masyarakat. Desain penelitian menggunakan ceramah disertai pengambilan data secara cross sectional dengan pre test dan post test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan setelah penyuluhan (p = 0,000). Aspek sikap tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0,257), meskipun secara umum sikap kader terhadap gaya hidup sehat untuk pencegahan Diabetes Mellitus tergolong cukup baik. Aspek perilaku menunjukkan sebagian responden memiliki perilaku baik dengan skor maksimal 3, namun sebagian lainnya masih memiliki perilaku kurang baik dengan skor minimal 0. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu menunjukkan 69,57% peserta belum pasti menderita DM, sedangkan sisanya tidak menderita DM. Kesimpulannya, terjadi peningkatan pengetahuan kader PKK yang sangat signifikan, namun belum diikuti perubahan sikap yang bermakna setelah mengikuti penyuluhan.

Pengetahuan kader PKK Kelurahan Sukagalih tentang Diabetes Mellitus meningkat secara signifikan setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.Namun, tidak terdapat perubahan sikap yang signifikan di antara kader setelah penyuluhan.Perubahan perilaku kader belum dapat dinilai karena keterbatasan data dan metode evaluasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tindakan (action research) jangka panjang untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan penyuluhan terhadap sikap dan perilaku kader PKK, termasuk apakah peningkatan pengetahuan dapat berubah menjadi perubahan perilaku nyata dalam pola makan dan gaya hidup sehat. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial, budaya, dan lingkungan yang menjadi penghambat atau pendorong perubahan sikap dan perilaku kader melalui pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam atau focus group discussion agar intervensi penyuluhan dapat dirancang lebih tepat sasaran. Ketiga, perlu dikaji efektivitas peran kader sebagai agen perubahan dengan meneliti sejauh mana informasi yang mereka peroleh disampaikan kepada masyarakat dan bagaimana dampaknya terhadap pengetahuan serta perilaku masyarakat di wilayah mereka, sehingga dapat dikembangkan model sosialisasi kesehatan berbasis komunitas yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Read online
File size568.62 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test