ITKAITKA

Aspiration of Health JournalAspiration of Health Journal

Insomnia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur, terutama tidur malam hari. Insomnia merupakan masalah kesehatan yang sering di jumpai di semua lingkungan, baik pada negara maju maupun negara berkembang. Penderita insomnia pun tidak terbatas pada kisaran umur tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui . Desain penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Posyandu Lansia Desa Tengkapak sebanyak 33 lansia. Penentuan sampel menggunakan Total sampling, maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian berjumlah 33 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan batas kemaknaan α=0,05 apabila diperoleh pvalue < 0,05, maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Hubungan kecemasan dengan insomnia pada pralansia dan lansia hipertensi (pValue = 0,00). Tingkat kecemasan lansia pada kategori normal dan Insomnia pralansia dan lansia pada kategori sedang di Posyandu Lansia Desa Tengkapak Kabupaten Bulungan. Terdapat .

Karakteristik responden di Posyandu Lansia Desa Tengkapak menunjukkan sebagian besar berusia di atas 70 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD, dan bekerja sebagai petani, dengan tingkat kecemasan berada pada kategori normal.Insomnia pada pralansia dan lansia di lokasi penelitian ditemukan pada kategori sedang.Penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dan insomnia pada pralansia dan lansia hipertensi di Posyandu Lansia Desa Tengkapak Kabupaten Bulungan.

Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita mengenai hubungan antara kecemasan, insomnia, dan hipertensi pada pralansia dan lansia, khususnya dengan melakukan studi longitudinal. Pendekatan ini akan sangat menjanjikan untuk mengamati perkembangan hubungan ini dari waktu ke waktu, membantu peneliti memahami apakah kecemasan menjadi pemicu insomnia pada lansia hipertensi, atau sebaliknya, serta bagaimana hipertensi itu sendiri memengaruhi dinamika kedua kondisi tersebut. Dengan melacak partisipan selama periode tertentu, kita bisa mendapatkan wawasan mengenai jalur kausalitas yang tidak dapat diungkap oleh studi potong lintang. Selain itu, mengingat adanya hubungan yang signifikan, penelitian di masa depan dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi. Misalnya, studi eksperimen yang menguji efektivitas program relaksasi, terapi perilaku kognitif, atau dukungan sosial yang disesuaikan untuk lansia hipertensi dalam mengurangi tingkat kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur mereka, karena mengidentifikasi intervensi yang paling efektif akan sangat bermanfaat bagi praktik klinis dan kesehatan masyarakat. Terakhir, sangat penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan sebagai mediator atau moderator dalam hubungan ini. Pertanyaan penelitian bisa mencakup bagaimana tingkat keparahan hipertensi, jenis obat-obatan yang dikonsumsi, atau keberadaan kondisi komorbiditas lainnya memengaruhi interaksi antara kecemasan dan insomnia. Lebih jauh lagi, faktor psikososial seperti tingkat dukungan keluarga, strategi koping yang digunakan lansia, atau adanya depresi dapat diselidiki untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena ini. Dengan demikian, penelitian mendatang dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

  1. HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN INSOMNIA PADA PRALANSIA DAN LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA TENGKAPAK... ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj/article/view/104HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN INSOMNIA PADA PRALANSIA DAN LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA TENGKAPAK ejournal itka ac index php aohj article view 104
Read online
File size267.68 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test