UNSURUNSUR
AGROSCIENCEAGROSCIENCETanaman Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, dikenal dengan julukan “miracle of tree. Namun seringkali hama menyerang tanaman kelor salah satunya adalah hama rayap. Umumnya petani lebih memilih pestisida kimia dalam mengendalikan hama rayap, karena hal tersebut pestisida kimia berbahaya bagi lingkungan karena dapat meninggalkan residu. Sebagai alternatif untuk mengendalikan hama rayap adalah menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pestisida nabati untuk mengendalikan mortalitas dan LT50 hama rayap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu K0 (Kontrol), K1 (Ekstrak Serai), K2 (Ekstrak Daun Salam), K3 (Ekstrak Daun Cengkeh) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis pestisida nabati menunjukkan adanya perbedaan mortalitas dari semua perlakuan. Adapun perlakuan terbaik yakni K1 (Ekstrak Serai) mampu mematikan hama rayap sebesar 70%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 24 jam setelah aplikasi. Dan nilai LT50 tercepat yaitu perlakuan K1 (Ekstrak Serai) pada 17 jam diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 18 jam.
Berdasarkan hasil penelitian berbagai jenis pestisida nabati terhadap mortalitas hama rayap Coptotermes curvignathus, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.Penggunaan berbagai jenis pestisida nabati menunjukkan adanya perbedaan mortalitas dari semua perlakuan.Dengan perlakuan terbaik pada penelitian ini terdapat pada perlakuan K1 (Ekstrak Serai) mampu mematikan hama rayap sebesar 70%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 24 jam setelah aplikasi.Berdasarkan nilai LT50 semua perlakuan menghasilkan kematian 50%.Perlakuan K1 (Ekstrak Serai) menjadi perlakuan tercepat dalam mematikan 50% hama rayap pada jam ke 17 diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) yang memiliki LT50 pada 18 Jam.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak serai, daun salam, daun cengkeh, dan daun sirsak yang paling efektif dalam mengendalikan hama rayap, serta memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi pestisida nabati yang lebih stabil dan efektif, misalnya dengan menambahkan bahan pembantu atau menggunakan teknik enkapsulasi untuk meningkatkan daya tahan ekstrak. Ketiga, penting untuk menguji efektivitas pestisida nabati ini pada berbagai jenis tanaman kelor dan kondisi lingkungan yang berbeda, serta mengevaluasi dampaknya terhadap organisme non-target dan lingkungan secara keseluruhan. Dengan demikian, dapat diperoleh informasi yang lebih komprehensif untuk mengembangkan strategi pengendalian hama rayap yang berkelanjutan dan ramah lingkungan pada tanaman kelor.
| File size | 332.32 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PPS UNISTIPPS UNISTI Penelitian menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam mengelola usahatani cabai rawit secara lebih optimal untukPenelitian menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam mengelola usahatani cabai rawit secara lebih optimal untuk
ILININSTITUTEILININSTITUTE Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengenalan dan pengetahuan mengenai tanaman cabai meliputi jenis dan macam cabai, cara berbudidaya,Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengenalan dan pengetahuan mengenai tanaman cabai meliputi jenis dan macam cabai, cara berbudidaya,
ITSIITSI Pemberian jamur Metarhizium anisopliae tidak menunjukkan perbedaan nyata pada pH tanah, C-Organik, N-Total, K-Tersedia, dan KPK, tetapi menunjukkan perbedaanPemberian jamur Metarhizium anisopliae tidak menunjukkan perbedaan nyata pada pH tanah, C-Organik, N-Total, K-Tersedia, dan KPK, tetapi menunjukkan perbedaan
UNRAMUNRAM Melalui pendekatan ini, pembelajaran berbasis lingkungan berhasil meningkatkan pengetahuan dan pengalaman belajar siswa, sejalan dengan implementasi MerdekaMelalui pendekatan ini, pembelajaran berbasis lingkungan berhasil meningkatkan pengetahuan dan pengalaman belajar siswa, sejalan dengan implementasi Merdeka
UNRAMUNRAM Berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang mendapat hara optimal akan meningkatkan ketahanan dan menghasilkan produksi padi lebih tinggi serta kualitasBerdasarkan pengalaman, tanaman padi yang mendapat hara optimal akan meningkatkan ketahanan dan menghasilkan produksi padi lebih tinggi serta kualitas
UNRAMUNRAM Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memperkenalkan media pembelajaran materi pecahan yang interaktif dan inovatif kepada guru-guru Sekolah Dasar di DesaTujuan dari kegiatan pengabdian ini memperkenalkan media pembelajaran materi pecahan yang interaktif dan inovatif kepada guru-guru Sekolah Dasar di Desa
UNRAMUNRAM Berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru Bahasa Indonesia SMA dalam penyiapan bahan ajar karya sastra ber-settingBerdasarkan rekomendasi yang dihasilkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru Bahasa Indonesia SMA dalam penyiapan bahan ajar karya sastra ber-setting
UNTAG SMDUNTAG SMD Hasil fermentasi digunakan dengan dosis 20 ml/20 liter, disemprotkan pada tanaman atau media tanam hidroponik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkanHasil fermentasi digunakan dengan dosis 20 ml/20 liter, disemprotkan pada tanaman atau media tanam hidroponik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan
Useful /
UNSURUNSUR Penelitian ini menunjukkan bahwa margin pemasaran tertinggi terjadi pada Saluran III sebesar Rp34.000/kg, sedangkan yang terendah pada Saluran I sebesarPenelitian ini menunjukkan bahwa margin pemasaran tertinggi terjadi pada Saluran III sebesar Rp34.000/kg, sedangkan yang terendah pada Saluran I sebesar
PPS UNISTIPPS UNISTI Nilai ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani cabaiNilai ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4 dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling denganJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4 dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Skor rata-rata siswa dalam tes membaca pada siklus 1 adalah 80,32. Selain itu, lembar observasi menunjukkan bahwa 80,65% dari 31 siswa aktif pada pertemuanSkor rata-rata siswa dalam tes membaca pada siklus 1 adalah 80,32. Selain itu, lembar observasi menunjukkan bahwa 80,65% dari 31 siswa aktif pada pertemuan