JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Sorgum merupakan tanaman serealia yang dapat tumbuh pada berbagai keadaan lingkungan sehingga potensial dikembangkan, khususnya pada lahan marginal beriklim kering di Indonesia. Untuk meningkatkan hasil produktivitas sorgum, disamping penggunaan varietas unggul juga dapat dilakukan dengan pola pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi pola pemupukan paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moench). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - Juli 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan pada percobaan ini berjumlah 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan. yang terdiri dari : A (Pupuk Hayati), B (Pupuk Hayati NPK), C (Pupuk Organik Cair), D (Pupuk Organik Cair NPK ), E (Pupuk Hayati Pupuk Organik Cair), F (Pupuk Hayati Pupuk Organik Cair NPK), G (NPK). Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pola pemupukan memberikan adanya pengaruh nyata pada perlakuan E (Pupuk Hayati Pupuk Organik Cair) terhadap panjang akar sebesar 84,75 cm sementara kombinasi pola pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang malai, hasil bobot per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot brangkasan, dan bobot akar.

Berdasarkan hasil percobaan mengenai pengaruh kombinasi pola pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (sorghum bicolor l.moench) varietas bioguma dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi pola pemupukan terhadap panjang akar tanaman sorgum (sorghum bicolor l.Kombinasi pola pemupukan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman Sorgum.Kombinasi pupuk organik cair dan pupuk hayati (perlakuan E) memberikan rata-rata panjang akar paling tinggi yaitu sebesar 84,75 cm.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas kombinasi pupuk organik dan hayati pada varietas sorgum yang berbeda, mengingat potensi varietas lain mungkin merespon secara unik terhadap perlakuan pemupukan. Selain itu, studi lebih lanjut dapat difokuskan pada pengaruh berbagai dosis pupuk organik dan hayati terhadap kualitas biji sorgum, seperti kandungan protein dan karbohidrat, untuk meningkatkan nilai gizi produk. Terakhir, penelitian mengenai interaksi antara pola pemupukan dan praktik pengelolaan air, seperti irigasi tetes, dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan efisiensi produksi sorgum di lahan kering, terutama dengan mempertimbangkan kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai praktik budidaya sorgum yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kontribusi tanaman ini terhadap ketahanan pangan nasional.

Read online
File size281.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test