POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Permasalahan yang dihadapi penggemukan sapi di Kabupaten Maros dan Barru antara lain rendahnya pengetahuan penyusunan pakan murah yg berkualitas dan kelembagaan ekonomi petani yang belum berkembang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan usahatani penggemukan sapi dengan memanfaatkan pakan lokal di Kabupaten Maros dan Kabupaten Barru. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, penentuan sampel secara purposive dan analisis data dengan analisis parsial usahatani selama satu kali proses produksi (3 bulan) menggunakan pendekatan dengan rumus perhitungan: Pd = TR – TC, dilanjutkan dengan R/C ratio. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa teknologi penggemukan sapi dengan pemberian pakan konsentrat menghasilkan pertambahan bobot badan (PBB) rata-rata sebesar 0,6-07 kg/ekor/hr. Dalam tiga bulan penggemukan sapi Bali memberikan pendapatan bersih sebesar Rp. 1.069.854,-/ekor - Rp. 7.521.500,- per ekor dengan R/C sebesar 1,20-1,98 yang berindikasi bahwa usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan.

Dari hasil pengkajian ini dapat ditarik kesimpulan yaitu.inovasi teknologi penggemukan sapi Bali dengan formulasi pakan lokal dapat meningkatkan bobot sapi Bali.Usaha penggemukan sapi Bali dengan formula pakan lokal cukup menguntungkan dilaksanakan dengan memberikan kontribusi pendapatan bersih sebesar Rp.500,- dengan R/C sebesar 1,2-1,98 sehingga layak untuk diusahakan lebih lanjut.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan kelayakan usaha penggemukan sapi Bali dengan pakan lokal, masih banyak celah yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk memaksimalkan potensi peternakan di Sulawesi Selatan. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mendalami optimasi formulasi pakan. Kajian lanjutan dapat menguji variasi komposisi bahan pakan lokal yang berbeda, tidak hanya dedak padi atau tongkol jagung, namun juga limbah pertanian lain yang melimpah di daerah tersebut, untuk melihat pengaruhnya terhadap efisiensi konversi pakan, pertambahan bobot badan yang lebih tinggi, serta dampaknya pada kualitas karkas dan daging sapi dalam jangka waktu yang lebih lama. Penelitian ini juga bisa mengamati bagaimana formulasi pakan yang berbeda mempengaruhi kesehatan saluran pencernaan sapi dan resistensinya terhadap penyakit. Selain aspek teknis pakan, penting untuk memahami lebih dalam faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi adopsi teknologi ini oleh para peternak. Bagaimana kelembagaan ekonomi petani dapat diperkuat agar mereka lebih mudah mengakses informasi, modal, dan pasar? Pertanyaan penelitian dapat difokuskan pada identifikasi hambatan utama dalam penyebarluasan inovasi pakan konsentrat ini kepada peternak skala kecil, serta mengevaluasi model penyuluhan dan pendampingan yang paling efektif untuk mendorong penerapannya secara berkelanjutan. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan usaha ini dalam jangka panjang, studi mendalam tentang strategi pemasaran dan peningkatan nilai tambah produk sapi Bali pasca-penggemukan sangat diperlukan. Ini bisa mencakup analisis rantai pasok, peluang pengembangan produk olahan, dan strategi penetapan harga yang adil untuk peternak, sehingga mereka tidak hanya menguntungkan tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar.

  1. KAJIAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI DI KABUPATEN MAROS DAN BARRU, PROVINSI SULAWESI SELATAN: Assessment... doi.org/10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i1.189KAJIAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI DI KABUPATEN MAROS DAN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN Assessment doi 10 52625 j agr sosekpenyuluhan v17i1 189
Read online
File size185.33 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test