POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani yang ada terhadap kegiatan kelompok tani dan faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi anggota kelompok tani yang dibentuk di kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang merupakan jenis penelitian yang dapat menggambarkan suatu fenomena yang terjadi dalam masyarakat suatu wilayah. Alat analisa data digunakan adalah dengan menggunakan Skala Likert dan regresi linier berganda dengan skala pengukuran yang terbagi atas empat jawaban yaitu Selalu (4), Sering (3), Jarang (2), dan Tidak Pernah (1). Pengukuran variabel tingkat partisipasi anggota kelompok tani digunakan sub variabel partisipasi dalam perencanaan program kelompok tani, pertisipasi dalam pelaksanaan program kelompok tani, partisipasi dalam tahap evaluasi program kelompok tani, komunikasi yang intensif dan kesempatan berpartisipasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat partisipasi anggota kelompok tani yang ada di kelurahan Malakke Kecamatan Belawa masih tergolong rendah atau kurang.

Berdasarkan hasil penelitian, tingkat partisipasi anggota kelompok tani di Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa masih tergolong rendah.Variabel yang paling berpengaruh positif terhadap tingkat partisipasi anggota kelompok tani adalah Pendidikan, Komunikasi yang intensif, dan Kesempatan berpartisipasi.

Mengingat hasil penelitian yang menunjukkan tingkat partisipasi anggota kelompok tani di Kelurahan Malakke masih rendah, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, perlu adanya studi yang lebih mendalam untuk mengungkap mengapa partisipasi itu rendah. Ini bisa dilakukan dengan menggali faktor-faktor selain usia dan pendapatan, seperti tingkat kepercayaan antar anggota kelompok, peran pemimpin lokal, atau pandangan petani tentang manfaat nyata dari kelompok tani bagi pekerjaan mereka sehari-hari. Apakah ada hal-hal dari kebiasaan atau budaya setempat yang membuat petani sungkan terlibat, padahal mereka sudah punya kesempatan dan informasi? Kedua, akan sangat berguna jika ada penelitian yang menguji langsung program-program untuk meningkatkan partisipasi. Misalnya, mengukur seberapa efektif pelatihan yang disesuaikan dengan pendidikan petani, atau bagaimana menggunakan aplikasi komunikasi khusus untuk kelompok tani bisa membuat mereka lebih aktif. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: Apakah model pertemuan kelompok yang lebih interaktif dapat meningkatkan partisipasi anggota secara signifikan? Ketiga, melakukan perbandingan dengan kelompok tani lain yang sukses dan partisipasinya tinggi di daerah yang mirip. Dengan begitu, kita bisa belajar dari mereka tentang cara-cara terbaik dalam mengelola kelompok atau program apa yang paling berhasil. Misalnya, Struktur organisasi atau jenis kegiatan apa yang membuat kelompok tani lain bisa bertahan dan memberikan dampak besar bagi anggotanya? Ini juga bisa melihat apakah dorongan selain uang, seperti penghargaan atau pengakuan, bisa membuat petani terus berpartisipasi dalam jangka panjang.

  1. TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DI KELURAHAN MALAKKE KECAMATAN BELAWA KABUPATEN WAJO: Level... doi.org/10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i1.181TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DI KELURAHAN MALAKKE KECAMATAN BELAWA KABUPATEN WAJO Level doi 10 52625 j agr sosekpenyuluhan v17i1 181
Read online
File size194.95 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test