UMPARUMPAR

Economos : Jurnal Ekonomi dan BisnisEconomos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Penilaian kinerja pemerintah daerah memainkan peran strategis dalam menjamin akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas tata kelola sektor publik. Penelitian ini menganalisis pengaruh efektivitas pengawasan dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah di dalam Inspektorat Regional Kabupaten Nunukan. Dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan dari 44 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap penilaian kinerja (Sig. = 0.000; B = 0.471), yang mengindikasikan bahwa audit tepat waktu, temuan yang akurat, dan tindakan tindak lanjut yang konsisten berkontribusi pada peningkatan kualitas evaluasi kinerja pemerintah. SPIP juga menunjukkan pengaruh signifikan (Sig. = 0.002; B = 0.310), yang menegaskan bahwa lingkungan kontrol yang kuat, manajemen risiko, aktivitas kontrol, komunikasi, dan mekanisme pemantauan mendukung pencapaian indikator kinerja. Secara simultan, kedua variabel menyumbang 78,9% terhadap penilaian kinerja. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan dan implementasi SPIP sebagai strategi kunci untuk meningkatkan kinerja dan akuntabilitas unit pemerintah daerah di Kabupaten Nunukan.

Efektivitas pengawasan memiliki pengaruh signifikan terhadap penilaian kinerja oleh Inspektorat Regional Kabupaten Nunukan.Semakin tinggi efektivitas pengawasan, yang tercermin dari tindak lanjut rekomendasi, jumlah temuan, dan tingkat kepatuhan unit pemerintah daerah, semakin baik kualitas penilaian kinerja yang dihasilkan.Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan optimal dapat berfungsi sebagai instrumen utama dalam mengevaluasi kinerja secara objektif dan akuntabel.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana digitalisasi proses pengawasan, seperti penerapan platform e‑audit, memengaruhi efektivitas pengawasan dan penilaian kinerja pemerintah daerah, dengan menguji apakah teknologi informasi meningkatkan ketepatan waktu audit dan tindak lanjut rekomendasi. Selanjutnya, kajian dapat meneliti peran budaya organisasi dan gaya kepemimpinan sebagai variabel moderasi yang memperkuat atau melemahkan pengaruh kematangan SPIP terhadap kinerja pemerintah, sehingga dapat diidentifikasi faktor‑faktor internal yang mendukung implementasi kontrol internal. Selain itu, sebuah studi komparatif lintas beberapa kabupaten dapat dilakukan untuk membandingkan kemampuan APIP dan alokasi sumber daya dalam memediasi hubungan antara pengawasan, SPIP, dan hasil kinerja, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih luas tentang konteks regional. Metode campuran antara survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dapat dipakai untuk memperoleh data yang komprehensif. Hasilnya diharapkan memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi penguatan pengawasan dan kontrol internal yang berbasis bukti. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini akan memperdalam pengetahuan tentang mekanisme yang paling efektif untuk meningkatkan akuntabilitas dan kinerja pemerintah daerah.

  1. A PUBLIC MANAGEMENT FOR ALL SEASONS? - HOOD - 1991 - Public Administration - Wiley Online Library. public... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1467-9299.1991.tb00779.xA PUBLIC MANAGEMENT FOR ALL SEASONS HOOD 1991 Public Administration Wiley Online Library public onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1467 9299 1991 tb00779 x
  2. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/1813-9450-5430Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 1813 9450 5430
  3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja... doi.org/10.47354/mjo.v6i1.758Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja doi 10 47354 mjo v6i1 758
Read online
File size205.98 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test