UMNUMN

Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAmaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Keberadaan bambu di Indonesia sudah sangat banyak, bahkan hampir disetiap wilayah Indonesia mudah sekali ditemukan bambu. Pada umumnya, bentuk dari kontruksi bambu tidak sepenuhnya lurus, sehingga sebagian masyarakat tidak banyak menggunakan bambu sebagai tiang atau material pendukung untuk keperluan bangunan maupun gedung. Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi, pemahaman dan keterampilan pada masyarakat tentang bagaimana teknik dalam mengolah dan menggunakan bambu untuk berbagai keperluan terutama untuk tiang bangunan maupun tempat budidaya tanaman. Teknik tersebut adalah dengan cara meluruskan bentuk bambu tersebut sehingga bambu yang sudah diluruskan, bisa digunakan dalam skala yang lebih luas. Bambu diluruskan dengan mesin sederhana dengan bantuan api sehingga bambu lebih mudah untuk diolah. Setelah bambu tersebut diluruskan dengan bantuan mesin yang dilengkapi dengan perangkat hidrolik dan dipanaskan menggunakan api, sehingga nilai tambah dari bambu tersebut menjadi lebih meningkat dan bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.

Pelaksanaan pengabdian secara umum menghasilkan dampak positif bagi petani dan masyarakat sekitar, terbukti dari partisipasi luas dalam kegiatan.Workshop dan sosialisasi meningkatkan pengetahuan serta memperbaiki kebersihan dan pemanfaatan bambu secara optimal.Akhirnya, penggunaan bambu yang lebih luas meningkatkan pendapatan petani.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas teknik pelurusan bambu betung dengan menggunakan variasi suhu dan durasi pemanasan api untuk menentukan kondisi optimal yang meminimalkan kerusakan serat namun memaksimalkan kelengkungan batang. Selain itu, studi komparatif antara mesin pelurusan berbasis hidrolik yang dikembangkan dalam pengabdian ini dengan teknologi pelurusan modern seperti mesin CNC dapat menilai perbedaan produktivitas, biaya operasional, dan dampak lingkungan. Penelitian juga perlu menguji kekuatan mekanik bambu yang telah diluruskan, meliputi uji tarik, tekan, dan lentur, guna memastikan bahwa proses pelurusan tidak mengurangi sifat struktural penting bagi aplikasi konstruksi. Selanjutnya, analisis siklus hidup (life‑cycle assessment) bambu setelah proses pelurusan akan memberikan gambaran tentang jejak karbon serta potensi emisi dari penggunaan api dibandingkan dengan bahan bangunan konvensional. Penelitian lapangan yang melibatkan petani dan warga setempat dapat mengidentifikasi faktor sosial‑ekonomi yang mempengaruhi adopsi mesin pelurusan, termasuk persepsi manfaat, kebutuhan pelatihan, dan keberlanjutan penggunaan alat. Selain itu, pengembangan prototipe mesin pelurusan yang dapat dioperasikan dengan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan keberlanjutan proyek. Studi jangka panjang tentang pertumbuhan kembali bambu setelah diproses, termasuk kecepatan regenerasi dan kualitas serat, akan membantu merencanakan siklus produksi yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan hasil‑hasil tersebut, diharapkan muncul model bisnis yang mendukung skala produksi bambu lurus untuk kebutuhan konstruksi lokal maupun pasar regional.

Read online
File size472.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test