JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Deep Inferior Epigastric Perforator (DIEP) free flap adalah teknik rekonstruksi payudara mikrosurgical yang menggunakan kulit dan jaringan lemak subkutan dari perut bagian bawah tanpa mengorbankan otot rektus abdominis. Pendekatan ini menghasilkan bentuk payudara yang tampak alami dengan morbiditas donor site yang minimal dibandingkan dengan TRAM flap, sehingga mengurangi risiko kelemahan otot dan hernia dinding perut. Keunggulannya meliputi pemulihan pascaoperasi yang lebih cepat, kontur perut yang lebih baik, serta hasil estetika jangka panjang karena payudara hasil rekonstruksi mempertahankan volumenya seiring waktu. Namun, teknik ini menuntut keterampilan tinggi, memerlukan waktu operasi lebih lama, dan memiliki risiko kegagalan flap atau komplikasi vaskular jika tidak berhasil. Prosedur dilakukan dengan membedah pembuluh perforator dari sistem epigastrik inferior profunda, memindahkan jaringan ke area dada, dan menyambungkan pembuluh darah di bawah mikroskop. Hasil yang diharapkan adalah bentuk payudara yang lembut dan alami dengan tingkat kepuasan pasien yang tinggi, meskipun keahlian bedah dan pemilihan pasien yang tepat sangat penting untuk meminimalkan komplikasi dan memastikan hasil optimal.

Deep Inferior Epigastric Perforator (DIEP) free flap adalah teknik rekonstruksi payudara mikrosurgical yang secara luas dianggap sebagai standar emas untuk rekonstruksi payudara autologous.Indikasi dan kontraindikasi harus ditentukan sebelum operasi dengan mempertimbangkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.Namun, meskipun statusnya sebagai standar emas, flap DIEP memerlukan tingkat keahlian teknis yang tinggi dan perencanaan intraoperatif yang cermat.Para ahli bedah harus terus menyempurnakan keterampilan mereka dan tetap waspada untuk menghindari komplikasi, karena keberhasilannya bergantung pada diseksi perforator yang tepat, penanganan flap yang teliti, dan evaluasi pra operasi yang menyeluruh.

Berdasarkan latar belakang yang menyoroti pentingnya perencanaan pra-operasi dengan CTA, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan algoritma berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk secara otomatis mengidentifikasi perforator dominan dari hasil CTA, sehingga mengurangi waktu perencanaan dan meningkatkan akurasi. Selain itu, mengingat kompleksitas diseksi perforator, studi prospektif dapat mengeksplorasi penggunaan augmented reality (AR) untuk memandu ahli bedah selama operasi, dengan menumpangkan informasi anatomis dari CTA ke lapangan operasi secara real-time. Terakhir, mengingat potensi komplikasi seperti fat necrosis dan delayed wound healing, penelitian dapat menyelidiki efektivitas terapi berbasis sel punca untuk meningkatkan penyembuhan luka dan mengurangi morbiditas donor site pada pasien yang menjalani rekonstruksi payudara dengan flap DIEP.

  1. How to Harvest Deep Inferior Epigastric Perforator Free Flap | Jurnal Plastik Rekonstruksi. harvest deep... jprjournal.com/index.php/jpr/article/view/47How to Harvest Deep Inferior Epigastric Perforator Free Flap Jurnal Plastik Rekonstruksi harvest deep jprjournal index php jpr article view 47
Read online
File size466.67 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test