JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Malformasi vaskular merupakan kelainan sistem vaskular yang timbul akibat perkembangan yang tidak sempurna selama embriogenesis. Anomali vaskular ini sudah ada sejak lahir dan tumbuh proporsional dengan pertumbuhan anak. Gambaran klinisnya kompleks dan seringkali salah didiagnosis. Laporan mengenai data epidemiologi dari anomali ini masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi pada data epidemiologi deskriptif malformasi vaskular. Pasien dengan malformasi vaskular yang terdaftar di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Januari 2020 hingga Desember 2023 diikutsertakan dalam penelitian ini. Seluruh data dikumpulkan secara retrospektif melalui rekam medis. Hasil menunjukkan bahwa distribusi jenis kelamin didominasi oleh laki-laki (51,2%) kemudian perempuan (48,8%). Rentang usia 1–20 tahun merupakan kelompok terbanyak, mencakup 63,2% kasus. Jenis malformasi vaskular yang paling sering ditemukan adalah low-flow malformations, dengan malformasi vena sebagai tipe terbanyak (69,6%), diikuti malformasi limfatik (16%). Penatalaksanaan bedah dilakukan pada 52% kasus, penatalaksanaan non-bedah pada 39,2%, serta kombinasi keduanya pada 8,8% kasus. Lokasi anatomi tersering adalah regio kraniofasial (56,8%), diikuti ekstremitas (28,8%).

Diagnosis dan terapi malformasi vaskular masih menjadi tantangan.Dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai anomali vaskular ini, penegakan diagnosis yang tepat dapat dilakukan sehingga memungkinkan pemberian terapi yang sesuai.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis faktor genetik yang berkontribusi terhadap malformasi vaskular, terutama pada kasus yang terkait sindrom seperti Parkes-Weber atau Klippel-Trenaunay. Studi lebih lanjut juga perlu mengevaluasi efektivitas berbagai metode terapi (bedah, non-bedah, atau kombinasi) dalam konteks jangka panjang, terutama pada lokasi anatomi kritis seperti kraniofasial. Selain itu, penelitian observasional bersifat prospective dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengidentifikasi tren epidemiologi dan mengurangi bias yang terjadi pada studi retrospektif.

  1. Vascular Malformation Cases Profile in RSUP Dr. Kariadi Central-General Hospital Semarang Between 2020-2023... doi.org/10.14228/jprjournal.v12i2.36Vascular Malformation Cases Profile in RSUP Dr Kariadi Central General Hospital Semarang Between 2020 2023 doi 10 14228 jprjournal v12i2 36
Read online
File size458.16 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test