UMNYARSIUMNYARSI
Journal of Science and Clinical Pharmacy ResearchJournal of Science and Clinical Pharmacy ResearchTingkat ketidakrasionalan masyarakat dalam melakukan swamedikasi cukup tinggi. Prevalensi penggunaan obat yang tidak rasional pada swamedikasi menyebabkan jumlah masyarakat yang tidak mendapatkan perawatan dengan bantuan tenaga kesehatan sebesar 68,9%. Ketidakrasionalan pengobatan ini dapat terjadi karena kurangnya tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan penggunaan obat swamedikasi batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pasien swamedikasi batuk pada bulan September 2024, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purpose sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dengan jumlah sampel yaitu 50 pasien. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji Statistik menggunakan uji chi-square. Dari penelitian disimpulkan tingkat pengetahuan pasien Apotek Nusantara Kota Bukittinggi memiliki kategori Baik. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan rasionalitas penggunaan obat batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi. Dengan hasil uji statistik tingkat pengetahuan pasien didapat p value 0,00 < 0,05 dan terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien dengan rasionalitas penggunaan obat batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi tergolong baik.Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dengan rasionalitas penggunaan obat swamedikasi batuk di Apotek Nusantara Kota Bukittinggi.Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan pasien dapat berkontribusi pada penggunaan obat batuk yang lebih rasional.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi rasionalitas penggunaan obat swamedikasi batuk, seperti pengaruh informasi dari media sosial atau rekomendasi dari teman dan keluarga. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana perubahan pengetahuan pasien seiring waktu mempengaruhi perilaku swamedikasi mereka. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi pasien terkait penggunaan obat swamedikasi batuk, termasuk hambatan dan fasilitator yang mereka hadapi. Dengan menggabungkan hasil dari berbagai pendekatan penelitian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku swamedikasi batuk dapat diperoleh, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan obat dan mengurangi risiko kesehatan yang terkait.
| File size | 870.01 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan komunikasi verbal perawat terhadapAnalisis dalam penelitian ini menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan komunikasi verbal perawat terhadap
STIKES ISFISTIKES ISFI Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kompleksitas regimen pengobatan dan kepatuhan pengobatan padaHasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kompleksitas regimen pengobatan dan kepatuhan pengobatan pada
HTPHTP Hasil temuan studi ini didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran JKN yaitu tingkat pendidikan, pendapatan keluarga per anggotaHasil temuan studi ini didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran JKN yaitu tingkat pendidikan, pendapatan keluarga per anggota
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 66 perawat melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesionerMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 66 perawat melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner
UnwahasUnwahas Rekomendasi penanganan untuk interaksi obat dengan obat meliputi tidak perlu tindakan, pemantauan terapi, dan penyesuaian dosis. Pasien dengan penyakitRekomendasi penanganan untuk interaksi obat dengan obat meliputi tidak perlu tindakan, pemantauan terapi, dan penyesuaian dosis. Pasien dengan penyakit
STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kualitas pelayanan public dipengaruhi oleh kinerja pegawai hanya sebesar 46,1%,Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kualitas pelayanan public dipengaruhi oleh kinerja pegawai hanya sebesar 46,1%,
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPA di SD NegeriDapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPA di SD Negeri
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Rata‑rata kepuasan pasien sebesar 101,59 (SD = 11,60). Hasil uji menunjukkan adanya korelasi positif signifikan antara kualitas pelayanan keperawatanRata‑rata kepuasan pasien sebesar 101,59 (SD = 11,60). Hasil uji menunjukkan adanya korelasi positif signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan
Useful /
UNANDUNAND Penelitian dilakukan terhadap tiga orang perempuan caleg yang maju untuk DPRD Sumatera Barat, dua di antaranya adalah petahana. Metode penelitian adalahPenelitian dilakukan terhadap tiga orang perempuan caleg yang maju untuk DPRD Sumatera Barat, dua di antaranya adalah petahana. Metode penelitian adalah
UnwahasUnwahas Insulin aspart injection 100 IU/mL, Penfill, was the most frequently prescribed medication, accounting for 7. Patients experiencing adverse events incurredInsulin aspart injection 100 IU/mL, Penfill, was the most frequently prescribed medication, accounting for 7. Patients experiencing adverse events incurred
UnwahasUnwahas Manajemen rekomendasi untuk interaksi obat potensial pada pasien kanker meliputi memberikan jeda waktu antara pemberian obat. Hasil penelitian ini menunjukkanManajemen rekomendasi untuk interaksi obat potensial pada pasien kanker meliputi memberikan jeda waktu antara pemberian obat. Hasil penelitian ini menunjukkan
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Studi kasus menggunakan perawatan bidan dalam format SOAP yang mencakupMetode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Studi kasus menggunakan perawatan bidan dalam format SOAP yang mencakup