JPRJPR
Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik RekonstruksiAntropometri merupakan metode non-invasif, murah, dan objektif untuk mengevaluasi morfologi orofasial yang memiliki aplikasi klinis dalam asesmen serta terapi miofungsional. Fotogrametri adalah metode andal dan akurat dalam mengukur dimensi wajah tertentu, namun di Indonesia, belum ada penelitian fotogrametri terhadap antropometri bibir. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada Mei-Oktober 2024 dengan 90 mahasiswa kedokteran tingkat pertama sebagai subjek. Data yang dicatat meliputi antropometri, ras, riwayat kelainan kongenital, trauma wajah, silikonoma, usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil analisis antropometri bibir berdasarkan jenis kelamin menunjukkan perbedaan bermakna pada tinggi bibir bawah (perempuan rata-rata 3,25 (0,36); laki-laki 3,01 (0,30); p=0,001) dan tinggi vermilion atas (perempuan 1,51 (0,35); laki-laki 1,36 (0,25); p=0,041). Lebar kulit bibir bawah dan lebar philtrum juga berbeda signifikan (p=0,004 dan 0,015), meskipun perbandingan vermilion bawah tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran analisis pengukuran antropometri bibir menggunakan metode fotogrametri sebagai data dasar dalam menentukan anatomi bibir ideal pada bidang rekonstruksi wajah di Indonesia.
Hasil studi ini dapat diterapkan pada populasi Indonesia, berfungsi sebagai referensi data dasar antropometri bibir untuk perencanaan rekonstruksi, bedah ortognatik, evaluasi bedah, dan basis data forensik.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak menyertakan pengukuran rasio, yang mungkin lebih informatif mengingat variasi ras dan usia.Oleh karena itu, disarankan untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan ukuran sampel yang lebih besar guna mendapatkan hasil yang lebih representatif untuk masyarakat Indonesia yang beragam.
Penelitian lanjutan sangat esensial untuk memperkaya pemahaman kita tentang anatomi bibir ideal di Indonesia, mengingat studi ini baru memberikan gambaran awal dan adanya keterbatasan yang teridentifikasi. Salah satu arah penelitian krusial adalah pengembangan dan validasi pengukuran rasio antropometrik bibir; mengingat bahwa studi saat ini hanya menyajikan pengukuran absolut, penyelidikan lebih lanjut dapat fokus pada pertanyaan bagaimana rasio-rasio spesifik seperti tinggi bibir atas terhadap tinggi bibir bawah, atau lebar philtrum terhadap lebar mulut, dapat diidentifikasi dan distandarisasi sebagai penanda idealitas bibir yang mungkin lebih relevan dan universal di berbagai demografi Indonesia. Hal ini akan memungkinkan perbandingan yang lebih akurat antar individu dan kelompok, melampaui variasi ukuran absolut yang dipengaruhi oleh usia atau ras, sehingga memberikan dasar yang lebih kokoh untuk evaluasi dan intervensi estetika. Selain itu, mempertimbangkan keragaman etnis di Indonesia dan keterbatasan sampel penelitian saat ini yang terpusat pada mahasiswa di Bali, studi masa depan harus memperluas cakupan demografi secara signifikan. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah apakah terdapat perbedaan signifikan dalam antropometri bibir dan rasio-rasio idealnya di antara kelompok etnis mayoritas lain di Indonesia, dan bagaimana temuan ini dapat diintegrasikan untuk menciptakan panduan rekonstruksi wajah yang lebih personal serta peka budaya. Upaya pengumpulan data dari berbagai provinsi yang merepresentasikan etnis-etnis besar akan membentuk basis data antropometri bibir nasional yang jauh lebih representatif dan bermanfaat bagi praktik klinis. Terakhir, penting sekali untuk menghubungkan data objektif ini dengan dimensi estetika subjektif, sehingga penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana persepsi masyarakat Indonesia mengenai bibir yang menarik atau ideal berkorelasi dengan pengukuran antropometrik yang objektif, termasuk rasio-rasio yang telah divalidasi. Dengan melibatkan panel penilai dari berbagai latar belakang usia dan sosial budaya, kita bisa mendapatkan pemahaman holistik tentang apa yang dianggap ideal secara estetika, yang kemudian dapat menjadi landasan bagi praktik bedah plastik dan rekonstruksi yang lebih efektif dan memuaskan bagi pasien di seluruh Indonesia.
| File size | 1.07 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI AL-FURQANSTAI AL-FURQAN Berdasarkan hasil tinjauan dalam pembahasan, dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di Raudhotul Quran Middle School menginternalisasi KesalehanBerdasarkan hasil tinjauan dalam pembahasan, dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di Raudhotul Quran Middle School menginternalisasi Kesalehan
IUSIUS Hal ini terlihat pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 jo. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, di mana PasalHal ini terlihat pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 jo. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, di mana Pasal
JPRJPR Lokasi anatomi tersering adalah regio kraniofasial (56,8%), diikuti ekstremitas (28,8%). Diagnosis dan terapi malformasi vaskular masih menjadi tantangan.Lokasi anatomi tersering adalah regio kraniofasial (56,8%), diikuti ekstremitas (28,8%). Diagnosis dan terapi malformasi vaskular masih menjadi tantangan.
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan intensif mengenai prinsip desain komunikasi visual, branding, serta teknik praktisMetode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan intensif mengenai prinsip desain komunikasi visual, branding, serta teknik praktis
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Tayang Pammase. HasilKegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Tayang Pammase. Hasil
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 26 peserta yang terdiri atas warga belajar, tutor, dan pengelola PKBM. Metode pelaksanaanKegiatan dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 26 peserta yang terdiri atas warga belajar, tutor, dan pengelola PKBM. Metode pelaksanaan
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Program diharapkan mendukung peningkatan kualitas daging kambing, pemenuhan kebutuhan ibadah, serta memberikan dampak ekonomi bagi peternak. Kegiatan pengabdianProgram diharapkan mendukung peningkatan kualitas daging kambing, pemenuhan kebutuhan ibadah, serta memberikan dampak ekonomi bagi peternak. Kegiatan pengabdian
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat menjadi terampil dalam membudidayakan maggot dan menggunakannya sebagai pakanHasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat menjadi terampil dalam membudidayakan maggot dan menggunakannya sebagai pakan
Useful /
PPISHKPPISHK namun responsivitas staf dan waktu tunggu tetap menjadi kendala yang menurunkan kepuasan pada unit tertentu, sebagaimana tercermin dalam variasi CSI antarnamun responsivitas staf dan waktu tunggu tetap menjadi kendala yang menurunkan kepuasan pada unit tertentu, sebagaimana tercermin dalam variasi CSI antar
JPRJPR Kesimpulan: Terapi simultan LVB dan liposuksi lymph‑sparing aman dan efektif untuk limfedema stadium lanjut, mengatasi akumulasi cairan serta hipertrofiKesimpulan: Terapi simultan LVB dan liposuksi lymph‑sparing aman dan efektif untuk limfedema stadium lanjut, mengatasi akumulasi cairan serta hipertrofi
UM SURABAYAUM SURABAYA Banyaknya penelitian tentang proses penyembuhan luka untuk mencapai hasil yang memuaskan dengan waktu yang lebih singkat dari fase nomal menghasilkan teoriBanyaknya penelitian tentang proses penyembuhan luka untuk mencapai hasil yang memuaskan dengan waktu yang lebih singkat dari fase nomal menghasilkan teori
UM SURABAYAUM SURABAYA Kontroversi dalam tatalaksana masih diperdebatkan, dan penyebabnya pun masih tidak diketahui dengan pasti. Hipotesis penyebabnya antara lain iskemik, vaskular,Kontroversi dalam tatalaksana masih diperdebatkan, dan penyebabnya pun masih tidak diketahui dengan pasti. Hipotesis penyebabnya antara lain iskemik, vaskular,