UM SURABAYAUM SURABAYA
Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah SurabayaQanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah SurabayaLuka adalah terputusnya kontinuitas struktur anatomi jaringan tubuh, dimana fase penyembuhannya terdiri dari 3 tahap yaitu Fase Inflamasi yang dibagi menjadi early inflammation (Fase haemostasis), dan late inflammation yang terjadi sejak hari ke 0 sampai hari ke 5 pasca terluka. Fase Proliferasi, yang meliputi tiga proses utama yakni: Neoangiogenesis, pembentukan fibroblast dan re-epitelisasi, terjadi dari hari ke-3 sampai hari ke-21 pasca terluka. Fase Maturasi terjadi mulai hari ke-21 sampai 1 tahun pasca luka.yang bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan dan integritas struktural jaringan baru pengisi luka, pertumbuhan epitel dan pembentukan jaringan parut. Ketiga fase ini saling mempengaruhi dan banyak sel dan sitokin yang berperan didalam setiap fase. Banyaknya penelitian tentang proses penyembuhan luka untuk mencapai hasil yang memuaskan dengan waktu yang lebih singkat dari fase nomal menghasilkan teori proses penyembuhan luka yang semakin detail yang akan dijelaskan dari aspek mekanisme seluler dan molekuler.
Proses penyembuhan luka adalah suatu proses yang kompleks terdiri dari 3 fase, yaitu.Fase early Inflamasi late inflammation (Fase haemostasis), dan late inflammation yang terjadi sejak hari ke 0 sampai hari ke 5 pasca terluka.Neoangiogenesis, pembentukan fibroblast dan re-epitelisasi, terjadi dari hari ke-3 sampai hari ke-21 pasca terluka.Fase Maturasi terjadi mulai hari ke-21 sampai 1 tahun pasca luka.yang bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan dan integritas struktural jaringan baru pengisi luka, pertumbuhan epitel dan pembentukan jaringan parut.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran sel makrofag dalam proses penyembuhan luka, terutama dalam fase inflamasi dan proliferasi. Kedua, penting untuk menyelidiki mekanisme seluler dan molekuler yang terlibat dalam proses angiogenesis dan re-epitelisasi, serta bagaimana kedua proses ini saling berhubungan dan mempengaruhi penyembuhan luka. Ketiga, penelitian tentang peran dan regulasi sitokin dalam setiap fase penyembuhan luka dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme penyembuhan luka dan potensi terapi yang dapat dikembangkan.
| File size | 602.49 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
WIRARAJAWIRARAJA Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas pemberian telur rebus dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode studi kasus observasionalPenelitian ini bertujuan menentukan efektivitas pemberian telur rebus dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode studi kasus observasional
EBSINAEBSINA Salah satu tindakan non‑farmakologis yang dapat mengurangi nyeri adalah pernapasan dalam secara lambat. Tujuan: Menilai efek teknik pernapasan dalamSalah satu tindakan non‑farmakologis yang dapat mengurangi nyeri adalah pernapasan dalam secara lambat. Tujuan: Menilai efek teknik pernapasan dalam
AHMAREDUCAHMAREDUC Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling non‑probabilitas, melibatkan 34 responden. Uji normalitas Shapiro‑Wilk menunjukkan dataPengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling non‑probabilitas, melibatkan 34 responden. Uji normalitas Shapiro‑Wilk menunjukkan data
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Sampel penelitian ini adalah tikus wistar sebanyak 30 ekor dan terdiri dari 5 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok disayat sepanjang 1,5 cm denganSampel penelitian ini adalah tikus wistar sebanyak 30 ekor dan terdiri dari 5 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok disayat sepanjang 1,5 cm dengan
UNARUNAR Analisis data secara univariat adalah tekanan darah, jenis kelamin, usia menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian Sebagian besar mengalami HipotensiAnalisis data secara univariat adalah tekanan darah, jenis kelamin, usia menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian Sebagian besar mengalami Hipotensi
UNARUNAR Salah satu terapi untuk mengatasi masalah gula darah adalah dengan memanfaatkan jamu jahe dan madu. Penelitian ini bertujuan menjelaskan analisis asuhanSalah satu terapi untuk mengatasi masalah gula darah adalah dengan memanfaatkan jamu jahe dan madu. Penelitian ini bertujuan menjelaskan analisis asuhan
UNARUNAR Menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian terhadap 23 responden menunjukan bahwa ada , dengan hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkanMenggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian terhadap 23 responden menunjukan bahwa ada , dengan hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus. Metode32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita ulkus diabetik dengan gangguan mental emosional pasien diabetes melitus. Metode
Useful /
ISI DPSISI DPS Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan bahan ajar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menggambar siswa. Tujuan penelitian ini adalahPenelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan bahan ajar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menggambar siswa. Tujuan penelitian ini adalah
JPRJPR Hasil analisis antropometri bibir berdasarkan jenis kelamin menunjukkan perbedaan bermakna pada tinggi bibir bawah (perempuan rata-rata 3,25 (0,36); laki-lakiHasil analisis antropometri bibir berdasarkan jenis kelamin menunjukkan perbedaan bermakna pada tinggi bibir bawah (perempuan rata-rata 3,25 (0,36); laki-laki
UM SURABAYAUM SURABAYA Hipotesis penyebabnya meliputi faktor iskemik, vaskular, virus, bakteri, herediter, dan imunologi, dengan tujuan terapi untuk meningkatkan fungsi dan prosesHipotesis penyebabnya meliputi faktor iskemik, vaskular, virus, bakteri, herediter, dan imunologi, dengan tujuan terapi untuk meningkatkan fungsi dan proses
UM SURABAYAUM SURABAYA The Global Burden Disease /GBD menjadi suatu standar dari WHO sejak tahun 1990 untuk melaporkan informasi kesehatan global yang terkait dengan penyakit-penyakitThe Global Burden Disease /GBD menjadi suatu standar dari WHO sejak tahun 1990 untuk melaporkan informasi kesehatan global yang terkait dengan penyakit-penyakit