UNIDHAUNIDHA
Jurnal Sistem Informasi Dan InformatikaJurnal Sistem Informasi Dan InformatikaKeamanan siber menjadi isu krusial dalam sistem informasi akademik yang menyimpan data sensitif seperti nilai, identitas mahasiswa, dan dokumen administrasi. Serangan seperti SQL injection, brute force login, hingga akses ilegal dapat menyebabkan kerugian besar dan gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi serangan siber menggunakan algoritma machine learning yang mampu mengenali aktivitas tidak normal (anomali) dalam sistem. Algoritma yang digunakan adalah Decision Tree dan Random Forest karena kemampuannya dalam klasifikasi dan interpretasi hasil. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data log aktivitas pengguna, membersihkannya, melabeli data, kemudian melatih model ML. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Random Forest lebih unggul dengan akurasi 92% dalam mendeteksi serangan dibandingkan Decision Tree yang mencapai 87%. Penerapan sistem ini mampu membantu pihak IT kampus melakukan pencegahan dan respons lebih cepat terhadap ancaman siber.
Penelitian ini berhasil membangun model deteksi serangan siber berbasis machine learning yang diterapkan pada sistem informasi akademik.Algoritma Random Forest terbukti lebih efektif dibandingkan Decision Tree dalam hal akurasi dan kemampuan deteksi, dengan nilai akurasi mencapai 92%.Model mampu mengenali aktivitas mencurigakan dalam log sistem, terutama pada pola login, perubahan data, dan akses database.Implementasi sistem deteksi dini berbasis ML ini dapat membantu tim IT kampus merespons serangan secara cepat dan mencegah kerusakan data lebih lanjut.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem deteksi serangan siber yang lebih adaptif dengan memanfaatkan dataset real-time dan memperluas cakupan jenis serangan yang dapat dideteksi, seperti phishing, DDoS, atau ransomware. Selain itu, eksplorasi metode deep learning seperti LSTM atau Autoencoder berpotensi meningkatkan akurasi deteksi pada data log yang bersifat sekuensial. Untuk memaksimalkan efektivitas, sistem deteksi ini perlu diintegrasikan langsung ke dalam sistem informasi akademik, sehingga notifikasi otomatis dapat diberikan saat anomali terdeteksi, memungkinkan respons yang lebih cepat dan terarah. Terakhir, penting untuk melakukan pengujian sistem pada berbagai lingkungan sistem akademik guna memastikan generalisasi model dan kemampuannya beroperasi secara efektif dalam berbagai skenario.
| File size | 365.71 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
LARISMALARISMA Dengan demikian, penguasaan teknik pembuatan soal yang berkualitas oleh pendidik menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan mutu evaluasi pembelajaranDengan demikian, penguasaan teknik pembuatan soal yang berkualitas oleh pendidik menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) sebagai pendekatan utamanya. Data yang dianalisis merupakan data sekunder, yakni informasiPenelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) sebagai pendekatan utamanya. Data yang dianalisis merupakan data sekunder, yakni informasi
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA 0 yang mengacu pada standar internasional ISO/IEC 27001:2013. Evaluasi dilakukan pada tujuh area utama: tata kelola, manajemen risiko, kerangka kerja,0 yang mengacu pada standar internasional ISO/IEC 27001:2013. Evaluasi dilakukan pada tujuh area utama: tata kelola, manajemen risiko, kerangka kerja,
STTMIGASSTTMIGAS Data yang digunakan diperoleh dari GHGSat, Sentinel-5P TROPOMI, PRISMA, EnMAP, dan EMIT, yang menyediakan informasi spasial dan temporal mengenai distribusiData yang digunakan diperoleh dari GHGSat, Sentinel-5P TROPOMI, PRISMA, EnMAP, dan EMIT, yang menyediakan informasi spasial dan temporal mengenai distribusi
PRINPRIN Namun, Random Forest kurang akurat bila digunakan pada data berukuran kecil yang tidak seimbang. Berdasarkan hasil evaluasi model menggunakan confusionNamun, Random Forest kurang akurat bila digunakan pada data berukuran kecil yang tidak seimbang. Berdasarkan hasil evaluasi model menggunakan confusion
IPHORRIPHORR Latar Belakang: Selama hampir 50 tahun (1971-2018), persentase penduduk lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat. Pada tahun 2018, persentaseLatar Belakang: Selama hampir 50 tahun (1971-2018), persentase penduduk lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat. Pada tahun 2018, persentase
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Hasil evaluasi terhadap kegiatan kesiswaan, dipergunakan sebagai umpan balik (feedback) dalam membuat program perbaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwaHasil evaluasi terhadap kegiatan kesiswaan, dipergunakan sebagai umpan balik (feedback) dalam membuat program perbaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
UNIMALUNIMAL Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa kelas XI IPA-5 semester 1 SMA Negeri 1 MeureuduBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa kelas XI IPA-5 semester 1 SMA Negeri 1 Meureudu
Useful /
LARISMALARISMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila—khususnya sila Persatuan Indonesia, KerakyatanHasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila—khususnya sila Persatuan Indonesia, Kerakyatan
LARISMALARISMA Analisis hasil evaluasi pembelajaran merupakan tahapan penting dalam proses evaluasi karena berfungsi untuk mengolah dan menafsirkan data hasil belajarAnalisis hasil evaluasi pembelajaran merupakan tahapan penting dalam proses evaluasi karena berfungsi untuk mengolah dan menafsirkan data hasil belajar
UHNSUGRIWAUHNSUGRIWA Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem telah mengimplementasikan kontrol teknis dasar seperti protokol HTTPS, backup data rutin, dan manajemen hak aksesHasil penelitian menunjukkan bahwa sistem telah mengimplementasikan kontrol teknis dasar seperti protokol HTTPS, backup data rutin, dan manajemen hak akses
UNDIKMAUNDIKMA Oleh karena itu, abstrak bahasa Inggris akan digunakan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia formal akademik. (Karena tidak ada abstrak bahasa Inggris,Oleh karena itu, abstrak bahasa Inggris akan digunakan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia formal akademik. (Karena tidak ada abstrak bahasa Inggris,