FEB UMIFEB UMI

Paradoks : Jurnal Ilmu EkonomiParadoks : Jurnal Ilmu Ekonomi

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana karyawan PT Mandom Indonesia Cabang Lombok memaknai kebijakan usia maksimal kontrak serta implikasinya terhadap pengalaman kerja mereka. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi lapangan, dan telaah dokumen untuk memperoleh gambaran yang kaya mengenai dinamika persepsi karyawan. Analisis dilakukan dengan teknik interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang memungkinkan temuan dikaji secara berlapis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas usia maksimal 25 tahun dipahami sebagai aturan perusahaan pusat, namun dirasakan kurang selaras dengan kinerja, pengalaman, dan loyalitas karyawan kontrak. Kebijakan tersebut menimbulkan ketidakpastian karier, rasa cemas menjelang evaluasi, serta ketegangan psikologis yang berkaitan dengan rasa aman kerja. Meskipun demikian, suasana kerja yang suportif, kedekatan interpersonal, serta sistem apresiasi berbasis pencapaian mampu menjaga motivasi dan kepuasan kerja tetap stabil. Temuan ini mengindikasikan perlunya peninjauan ulang kebijakan berbasis usia agar lebih adaptif terhadap kondisi aktual tenaga kerja. Penelitian selanjutnya disarankan meninjau praktik serupa di sektor industri berbeda untuk memperluas pemahaman tentang implikasi kebijakan kontrak terhadap pengalaman kesejahteraan karyawan dan dinamika budaya organisasi.

Persepsi karyawan PT Mandom Indonesia Cabang Lombok terhadap kebijakan usia maksimal kontrak sangat bervariasi, mencerminkan penerimaan rasional sekaligus kecemasan psikologis.Meskipun kebijakan tersebut menimbulkan rasa tidak aman dan tekanan menjelang evaluasi kontrak, budaya kerja yang suportif dan sistem penghargaan menjaga motivasi serta kepuasan kerja tetap stabil.Oleh karena itu, peninjauan ulang kebijakan usia dan peningkatan transparansi diperlukan untuk menyeimbangkan kebutuhan organisasi dengan kesejahteraan karyawan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana peningkatan batas usia maksimal kontrak menjadi 30 tahun memengaruhi motivasi dan tingkat turnover karyawan, sehingga memberikan gambaran apakah kebijakan yang lebih longgar meningkatkan retensi tenaga kerja. Selanjutnya, studi dapat menguji dampak penerapan sistem perpanjangan kontrak berbasis kinerja dibandingkan dengan sistem berbasis usia terhadap persepsi keadilan dan kepuasan kerja karyawan, guna menilai apakah penilaian meritokratis lebih diterima. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas program konseling karier terstruktur bagi karyawan kontrak dalam memperkuat pemenuhan kontrak psikologis dan mengurangi rasa tidak aman kerja, sehingga membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif dan berkelanjutan.

  1. Pelaksanaan Perjanjian Kerja Bagi Pekerja PKWT di PT. Jaya Artha Syandana pada Masa Pandemi Covid-19... doi.org/10.22225/juinhum.2.3.4155.618-623Pelaksanaan Perjanjian Kerja Bagi Pekerja PKWT di PT Jaya Artha Syandana pada Masa Pandemi Covid 19 doi 10 22225 juinhum 2 3 4155 618 623
  2. Implikasi Hukum dan Perlindungan Hak Karyawan dalam Ketidakjelasan Status Pasca Berakhirnya Kontrak Kerja... doi.org/10.59966/yudhistira.v2i4.1531Implikasi Hukum dan Perlindungan Hak Karyawan dalam Ketidakjelasan Status Pasca Berakhirnya Kontrak Kerja doi 10 59966 yudhistira v2i4 1531
Read online
File size283.26 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test