UNSURUNSUR

Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan PembelajarannyaDinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya

Artikel ini akan mendeskripsikan kondisi psikologi tokoh utama dalam naskah drama Perempuan dan Ilusinya karya Adhyra Pratama dengan konsep id, ego, dan superego berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kritik analitis. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dialog yang mencerminkan aspek kepribadian dan kondisi kejiwaan Aini. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan cara membaca naskah drama, mencatat, dan mengidentifikasi kutipan-kutipan dialog yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan Aini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi kejiwaan Aini terganggu akibat dari rasa kesepian dan keinginannya untuk merasakan kehangatan hadirnya sebuah keluarga yang utuh, sehingga ia menciptakan anak khayalan (AK) melalui ilusinya. Id Aini yang begitu mendominasi mendorongannya untuk menciptakan seorang (AK) melalui ilusinya. Ego Aini yang begitu lemah, sehingga membuatnya tidak mampu untuk melawan dan mengendalikan id. Superego yang datang melalui Bayangan Antagonis (BA) menjadi pengingat bagi Aini bahwa anaknya itu hanya sebuah ilusi yang ia ciptakan.

Kondisi kejiwaan Aini terganggu akibat kesepian dan keinginan kuat untuk merasakan kehangatan keluarga utuh.Id yang mendominasi dan ego yang lemah mendorongnya menciptakan anak khayalan sebagai bentuk pelarian psikologis.Superego yang muncul melalui Bayangan Antagonis berperan sebagai pengingat keras bahwa anak tersebut hanyalah ilusi, mencerminkan ketidakseimbangan struktur kepribadian yang memicu konflik batin mendalam.

Pertama, perlu diteliti bagaimana kondisi trauma kehilangan jangka panjang memengaruhi pembentukan ilusi pada tokoh perempuan dalam karya sastra lain, untuk melihat pola umum mekanisme pertahanan psikologis akibat duka mendalam. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh kurangnya dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan terhadap ketidakseimbangan struktur id, ego, dan superego dalam konteks karakter fiksi, agar dapat dikembangkan pemahaman tentang faktor eksternal yang memperparah gangguan kejiwaan. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara tokoh yang menggunakan ilusi sebagai pelarian psikologis dengan tokoh yang menggunakan mekanisme pertahanan lain seperti represi atau sublimasi, untuk memahami efektivitas dan dampak jangka panjang dari masing-masing strategi koping dalam menghadapi tekanan mental. Penelitian-penelitian ini dapat membuka wawasan baru tentang representasi kesehatan mental dalam sastra dan relevansinya terhadap kondisi sosial saat ini.

  1. Struktur Kepribadaian Tokoh Raja Klana Sewandana dalam Naskah Drama Asal Usul Reog Ponorogo | Narasi:... jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id/index.php/narasi/article/view/3929Struktur Kepribadaian Tokoh Raja Klana Sewandana dalam Naskah Drama Asal Usul Reog Ponorogo Narasi jurnalfaktarbiyah iainkediri ac index php narasi article view 3929
Read online
File size846.34 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test