JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi, faktor sosiodemografis, serta pola fraktur mandibula di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali. Lebih dari setengah cedera maksilofasial disebabkan oleh fraktur mandibula, yang dapat dikaitkan dengan struktur mandibula yang menonjol. Penelitian retrospektif ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali. Data dikumpulkan dari Januari 2018 hingga Desember 2023, dengan total 289 sampel yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, lokasi anatomis fraktur, serta keterlibatan unilateral/bilateral. Selama periode penelitian dari Januari 2018 hingga Desember 2023, sebanyak 289 kasus fraktur mandibula dianalisis secara komprehensif. Insidensi tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan 72 kasus. Fraktur ini terutama dialami oleh laki-laki (72,7%), dengan rentang usia paling banyak pada kelompok 21-30 tahun (40,1%). Penyebab utama fraktur adalah kecelakaan lalu lintas (64,4%), yang sering dikaitkan dengan konsumsi alkohol (43,9%). Penggunaan helm yang tidak adekuat ditemukan pada mayoritas pasien (69,9%), dengan pengendara sepeda motor sebagai kelompok yang paling banyak terdampak (53,3%). Wilayah parasimfisis merupakan area yang paling sering mengalami fraktur (38,1%), dengan keterlibatan unilateral lebih dominan (61,6%). Selain itu, cedera terkait ditemukan pada 88,5% kasus, dengan modalitas tata laksana utama berupa open reduction internal fixation (ORIF) yang dikombinasikan dengan maxillomandibular fixation (MMF) pada 66,8% kasus.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan progresif dalam insidensi tahunan fraktur mandibula.Fraktur mandibula terutama disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor tanpa helm dan berada di bawah pengaruh alkohol.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran di kalangan praktisi kesehatan dalam menangani pasien dengan trauma maksilofasial serta intervensi pencegahan yang lebih kuat terutama di wilayah dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi.

Pertama, perlu diteliti efektivitas program edukasi keselamatan berkendara bagi wisatawan di Bali, terutama yang menyewa sepeda motor tanpa pelatih atau pengawasan, untuk melihat apakah intervensi tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan dan cedera mandibula. Kedua, penting untuk mengkaji hubungan antara konsumsi alkohol lokal dan risiko kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan fraktur mandibula melalui penelitian kohort yang melibatkan data toksikologi dan rekam medis secara sistematis. Ketiga, perlu dikembangkan dan dievaluasi protokol skrining wajib untuk trauma kepala ringan pada setiap pasien fraktur mandibula, mengingat tingginya proporsi cedera terkait, agar deteksi dini gangguan kognitif atau komplikasi neurologis dapat dilakukan lebih cepat di rumah sakit rujukan.

  1. Patterns of Mandibular Fractures and Associated Comorbidities in Peshawar, Khyber Pakhtunkhwa | Cureus.... cureus.com/articles/22943-patterns-of-mandibular-fractures-and-associated-comorbidities-in-peshawar-khyber-pakhtunkhwaPatterns of Mandibular Fractures and Associated Comorbidities in Peshawar Khyber Pakhtunkhwa Cureus cureus articles 22943 patterns of mandibular fractures and associated comorbidities in peshawar khyber pakhtunkhwa
  2. A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali | Jurnal Plastik Rekonstruksi. five... doi.org/10.14228/jprjournal.v12i1.382A Five Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali Jurnal Plastik Rekonstruksi five doi 10 14228 jprjournal v12i1 382
  3. Incidence of Concussion in Patients With Isolated Mandible Fractures - Lindsay Sobin, Robert Kopp, Ronald... journals.sagepub.com/doi/full/10.1001/jamafacial.2015.1339Incidence of Concussion in Patients With Isolated Mandible Fractures Lindsay Sobin Robert Kopp Ronald journals sagepub doi full 10 1001 jamafacial 2015 1339
Read online
File size525.82 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test