JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Latar belakang: Selama beberapa tahun terakhir, transfer jaringan bebas mikrovaskular telah menjadi semakin populer dalam bidang bedah plastik. Pusat kami juga telah aktif melakukan operasi kompleks ini untuk penutupan defek yang luas. Dalam studi ini yang berlangsung selama lima tahun, tujuan kami adalah untuk mengkaji tantangan yang umum dihadapi dalam rekonstruksi flap bebas dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan flap tersebut, dengan tujuan utama meningkatkan kurva pembelajaran kami.. Metode: Artikel ini menyajikan analisis retrospektif terhadap semua pasien yang menjalani prosedur transfer jaringan bebas mikrovaskular yang dilakukan oleh seorang operator bedah tunggal (PA) dan tim dari Residen Bedah Rekonstruktif dan Estetik Plastik dari tahun 2014 hingga 2018. Analisis multivariat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kegagalan flap bebas.. Hasil: Antara tahun 2014 dan 2018, total 203 transfer jaringan bebas mikrovaskular dilakukan untuk merekonstruksi defek di berbagai lokasi anatomi. Tingkat kelangsungan hidup flap yang berhasil secara keseluruhan untuk rekonstruksi flap bebas mikrovaskular, terlepas dari indikasi atau lokasi anatomi, terbukti mencapai 90,6%. Jenis flap, apakah itu flap perforator atau non-perforator, muncul sebagai faktor signifikan utama yang mempengaruhi kelangsungan hidup flap bebas.

Transfer jaringan bebas mikrovaskular merupakan pilihan rekonstruktif yang sangat baik untuk mengatasi defek besar yang memerlukan flap yang luas atau komposit.Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan flap bebas, kita dapat mengoptimalkan hasil dan memberikan hasil terbaik yang mungkin untuk pasien kita.Studi ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan jenis flap dan faktor-faktor terkait lainnya untuk meningkatkan keberhasilan prosedur.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam meminimalkan risiko kegagalan flap.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti status nutrisi pasien dan teknik anastomosis vaskular, terhadap keberhasilan flap bebas. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengidentifikasi prediktor kegagalan flap yang lebih akurat. Ketiga, penelitian yang berfokus pada pengembangan protokol standar untuk perawatan pasca operasi dan pemantauan flap dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup flap. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien yang menjalani rekonstruksi dengan flap bebas mikrovaskular dan memperluas pengetahuan di bidang bedah rekonstruksi.

  1. A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing... doi.org/10.14228/jprjournal.v12i1.362A Five Year Single Surgeon Experience Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing doi 10 14228 jprjournal v12i1 362
Read online
File size507.12 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test