ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniDewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Penelitian ini menganalisis transformasi motif ukiran tradisional Kerinci menjadi produk kreatif sebagai titik masuk untuk merevitalisasi warisan budaya dalam kerangka ekonomi kreatif berbasis warisan. Penelitian ini memeriksa transformasi motif sebagai proses multi-level yang menghubungkan perubahan dalam pengetahuan budaya, adaptasi desain, dan revitalisasi ekosistem budaya. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dokumentasi visual, dan tinjauan literatur di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, melibatkan 25 informan yang dipilih secara purposive dan snowball. Data dianalisis melalui coding terbuka, perbandingan konstan, dan interpretasi tematik berdasarkan revitalisasi warisan, keberlanjutan budaya, dan ekonomi kreatif berbasis warisan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi didorong tidak hanya oleh inovasi desain tetapi juga oleh melemahnya transmisi pengetahuan antargenerasi, memindahkan motif dari sistem makna budaya menjadi sumber daya visual terfragmentasi. Adaptasi motif tetap tidak terstandar dan sangat tergantung pada inisiatif individu. Penelitian ini mengusulkan model revitalisasi lima tahap yang menghubungkan dokumentasi, transformasi desain, inovasi produk, regenerasi pengrajin, dan penguatan ekosistem pentahelix untuk keberlanjutan budaya.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa transformasi motif ukiran tradisional Kerinci menjadi produk kreatif tidak didorong oleh inovasi desain, tetapi oleh runtuhnya mekanisme transmisi pengetahuan antargenerasi.Situasi ini telah menyebabkan pergeseran fundamental dari motif sebagai sistem makna budaya menjadi elemen visual terfragmentasi dalam ekonomi kreatif.Temuan menunjukkan bahwa perubahan utama tidak terjadi pada bentuk visual motif, tetapi pada status epistemologisnya dalam struktur pengetahuan budaya lokal.Penelitian ini juga menemukan bahwa proses adaptasi motif terjadi dengan cara yang tidak terstandar dan tergantung pada inisiatif individu pengrajin, menghasilkan diversifikasi interpretasi tanpa kerangka pengetahuan kolektif yang mengikat makna budaya.Dalam konteks ini, transformasi tidak secara otomatis mengarah pada revitalisasi budaya tetapi justru mempercepat pemisahan motif dari konteks pengetahuan aslinya.Selain itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan transformasi motif ditentukan oleh keterhubungan di antara aktor budaya, institusi lokal, dan sisa-sisa pengetahuan tradisional yang masih bertahan.Ketika keterhubungan ini melemah, transformasi cenderung tetap pada tingkat estetika tanpa memperluas dimensi budayanya.Secara konseptual, penelitian ini mengonfirmasi bahwa transformasi motif dalam konteks Kerinci merupakan bentuk disembedding budaya - pemisahan elemen budaya dari sistem pengetahuan aslinya sebelum terintegrasi ke dalam ekonomi kreatif.Temuan ini menawarkan perspektif baru tentang revitalisasi warisan budaya, menekankan bahwa hal itu tidak dapat dikurangi menjadi inovasi produk semata tetapi harus dipahami sebagai proses merekonstruksi struktur transmisi pengetahuan budaya yang mendasari keberlanjutan makna.

Untuk menjaga keberlanjutan ukiran tradisional Kerinci, konservasi saja tidak cukup; diperlukan strategi revitalisasi yang dapat menghubungkan pelestarian dan pengembangan ukiran tradisional dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Salah satu pendekatan yang muncul dalam studi warisan budaya adalah revitalisasi melalui transformasi elemen budaya menjadi produk kreatif. Dalam pendekatan ini, warisan budaya tidak hanya dilestarikan sebagai objek konservasi tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi dan relevansi sosial. Transformasi motif ukiran tradisional menjadi berbagai produk kreatif memungkinkan nilai-nilai budaya diturunkan dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan konsep revitalisasi warisan, keberlanjutan budaya, dan ekonomi kreatif berbasis warisan, yang menempatkan warisan budaya sebagai sumber inovasi dan penciptaan nilai ekonomi. Transformasi motif ukiran tradisional Kerinci, sebagai manifestasi dari proses transformasi, mulai muncul melalui aplikasinya dalam produk kontemporer. Adaptasi motif ukiran tradisional seperti Rumah Larik, Bilik Padi, dan masjid kuno, antara lain penggunaan aksara Incung (aksara tradisional Kerinci) sebagai motif batik, serta penerapan motif ukiran pada berbagai produk kayu dan suvenir kontemporer. Namun, penelitian yang menjelaskan bagaimana motif ukiran diubah menjadi produk kreatif sebagai strategi untuk merevitalisasi warisan budaya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan model revitalisasi lima tahap yang menghubungkan dokumentasi, transformasi desain, inovasi produk, regenerasi pengrajin, dan penguatan ekosistem pentahelix untuk keberlanjutan budaya. Model ini menunjukkan bahwa keberlanjutan ukiran tradisional Kerinci tidak hanya bergantung pada upaya untuk melestarikan struktur secara fisik, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk memahami, memanfaatkan, dan merevitalisasi nilai-nilai budaya yang tertanam di dalamnya. Warisan budaya berfungsi sebagai sumber kreativitas dan inovasi yang terus berkembang. Selain itu, sumber daya budaya dapat menjadi aset strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi warisan budaya dan pengembangan ekonomi kreatif adalah dua agenda yang saling mendukung dalam mencapai keberlanjutan budaya, ketahanan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

  1. Vol 8, No 2 (2019). vol doi https corak v8i2 table contents front teknik pijatan gulali perhiasan logam... doi.org/10.24821/corak.v8i2Vol 8 No 2 2019 vol doi https corak v8i2 table contents front teknik pijatan gulali perhiasan logam doi 10 24821 corak v8i2
  2. Site moved. site moved journal home discover enhanced features improved reading experience continue page chr.ewapub.com/article/view/15545Site moved site moved journal home discover enhanced features improved reading experience continue page chr ewapub article view 15545
Read online
File size1.86 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test