JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA

Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatDedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi menuntut keterampilan literasi digital bagi siswa sekolah dasar. Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama di daerah pedesaan, sehingga menciptakan kesenjangan digital yang memengaruhi kesiapan siswa menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan pendidikan teknologi untuk meningkatkan literasi digital siswa di SDN 1 Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan implementasi program pendidikan literasi digital terstruktur menggunakan presentasi PowerPoint yang dilakukan secara bertahap di semua jenjang kelas. Siswa di SDN 1 Patemon menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap teknologi digital, tetapi pemahaman mereka tentang penggunaan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab masih terbatas. Program ini menunjukkan pentingnya pendidikan literasi digital terstruktur di sekolah dasar, khususnya di daerah pedesaan, untuk menjembatani kesenjangan digital dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan di era digital.

Program edukasi teknologi untuk meningkatkan literasi digital siswa sekolah dasar melalui kegiatan KKN MIT di SDN 1 Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang telah berhasil dilaksanakan dengan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan.Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun 85% siswa sudah familiar dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman mereka tentang penggunaan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab masih sangat terbatas pada awal program.Implementasi program literasi digital yang dilakukan secara bertahap di seluruh jenjang kelas dengan metode presentasi PowerPoint interaktif terbukti mampu meningkatkan literasi digital siswa secara komprehensif.Peningkatan paling signifikan terlihat pada kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi yang tidak dapat dipercaya, yang meningkat dari 20% menjadi 75% ( 55%).Aspek lain yang menunjukkan perbaikan substansial meliputi pemahaman etika digital (50% menjadi 80%, 30%), penggunaan teknologi bertanggung jawab (40% menjadi 70%, 30%), keamanan digital (75% menjadi 95%, 20%), selektivitas konten (15% menjadi 30%, 15%), dan kesadaran privasi digital (15% menjadi 25%, 10%).Program ini berhasil tidak hanya dalam memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga dalam mengubah sikap dan perilaku praktis siswa.Antusiasme tinggi yang ditunjukkan siswa selama program berlangsung, serta dukungan penuh dari pihak sekolah, menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi.Siswa menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti lebih kritis dalam menerima informasi dan lebih sering melakukan verifikasi kepada guru atau orang tua ketika menemukan informasi yang meragukan.Penelitian ini membuktikan pentingnya pendidikan literasi digital terstruktur di sekolah dasar, khususnya di daerah pedesaan, sebagai upaya menjembatani kesenjangan digital dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era digital.Program KKN terbukti menjadi model efektif untuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat grassroots.

Berdasarkan hasil penelitian dan saran yang ada, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas program literasi digital internal di sekolah dasar, dengan melibatkan guru sebagai fasilitator utama. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi pelatihan guru yang efektif dalam literasi digital dan bagaimana mereka dapat meneruskan edukasi teknologi secara berkelanjutan. Kedua, penting untuk menyelidiki peran orang tua dalam mendukung literasi digital siswa. Penelitian dapat fokus pada strategi kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk memastikan konsistensi penerapan literasi digital di lingkungan sekolah dan rumah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program literasi digital pada perilaku dan sikap siswa dalam menggunakan teknologi digital. Penelitian ini dapat mengukur perubahan perilaku praktis siswa, seperti selektivitas konten, penggunaan waktu layar yang sehat, dan pemahaman tentang privasi digital.

  1. Peran Literasi Digital dalam Pembentukan Etika Sosial di Dunia Maya Pada Siswa SD | Jurnal Ilmiah Profesi... doi.org/10.29303/jipp.v10i1.2962Peran Literasi Digital dalam Pembentukan Etika Sosial di Dunia Maya Pada Siswa SD Jurnal Ilmiah Profesi doi 10 29303 jipp v10i1 2962
  2. Kesenjangan Digital dan Dampaknya terhadap Pendidikan | RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan.... journal.appisi.or.id/index.php/risoma/article/view/783Kesenjangan Digital dan Dampaknya terhadap Pendidikan RISOMA Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan journal appisi index php risoma article view 783
  3. Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar Melalui Literasi Digital | Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar... doi.org/10.51574/judikdas.v2i3.821Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar Melalui Literasi Digital Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar doi 10 51574 judikdas v2i3 821
  4. Literasi Digital Sebagai Jalan Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0 | Cetta: Jurnal Ilmu... doi.org/10.37329/cetta.v6i3.2603Literasi Digital Sebagai Jalan Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Society 5 0 Cetta Jurnal Ilmu doi 10 37329 cetta v6i3 2603
Read online
File size321.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test