BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Penggunaan teknologi di sektor perbankan melalui Financial Technology (digital finance) diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan bagi masyarakat. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan karena tingkat pemahaman masyarakat yang rendah mengenai digital finance dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko, kemudahan penggunaan, kegunaan, dan manfaat terhadap sikap terhadap penggunaan dan adopsi digital finance, dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 180 responden yang merupakan pelanggan BPR Syariah, dipilih menggunakan sampling purposive dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa risiko memiliki efek negatif, sedangkan kemudahan penggunaan, kegunaan, dan manfaat memiliki efek positif terhadap sikap terhadap penggunaan dan adopsi digital finance. Namun, sikap terhadap penggunaan digital finance tidak secara signifikan mempengaruhi adopsi, dan literasi keuangan tidak terbukti memoderasi hubungan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, kegunaan, dan manfaat lebih dominan dalam mendorong penggunaan digital finance dibandingkan dengan literasi keuangan itu sendiri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Risiko berpengaruh negatif terhadap sikap terhadap penggunaan dan adopsi digital finance, sedangkan Kemudahan Penggunaan, Kegunaan, dan Manfaat berpengaruh positif terhadap keduanya.Sikap terhadap digital finance tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi, baik secara langsung maupun ketika dimoderasi oleh literasi keuangan.Secara teoritis, penelitian ini mengonfirmasi pentingnya Risiko, Kemudahan Penggunaan, Kegunaan, dan Manfaat dalam membentuk sikap dan adopsi digital finance, sedangkan literasi keuangan sendiri tidak cukup untuk mendorong adopsi.Secara praktis, BPRS harus meningkatkan keamanan, kemudahan penggunaan, kegunaan, dan manfaat layanan digital serta mendidik pelanggan mengenai literasi keuangan.Secara strategis, optimasi desain antarmuka, percepatan transaksi, integrasi layanan, dan implementasi percepatan digital (AI, IoT, Cloud Computing) dapat meningkatkan sikap dan adopsi digital finance.Penelitian ini terbatas pada BPRS di Jawa Timur dan bergantung pada kuesioner, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi dan dapat dipengaruhi oleh persepsi responden.

Untuk BPRS, penting untuk meningkatkan sistem transaksi sambil meningkatkan kemudahan penggunaan, kegunaan, manfaat, dan literasi pelanggan; untuk OJK, fokus harus diberikan pada penyediaan regulasi pendukung, insentif, lingkungan digital sandbox, pelatihan keterampilan digital untuk staf, dan program literasi digital publik; untuk pelanggan, upaya diperlukan untuk meningkatkan literasi digital, tetap terbuka terhadap inovasi, melindungi data pribadi, dan memberikan umpan balik konstruktif kepada bank; dan untuk penelitian masa depan, disarankan untuk memperluas cakupan geografis dan mengeksplorasi variabel moderasi atau mediasi tambahan seperti kepercayaan teknologi, dukungan regulasi, atau persepsi risiko.

  1. DIGITAL FINANCIAL ADOPTION STRATEGY MODERATED BY FINANCIAL LITERACY AT BPR SYARIAH IN EAST JAVA | International... doi.org/10.53625/ijss.v5i3.11385DIGITAL FINANCIAL ADOPTION STRATEGY MODERATED BY FINANCIAL LITERACY AT BPR SYARIAH IN EAST JAVA International doi 10 53625 ijss v5i3 11385
Read online
File size764.76 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test