UYPUYP

Soeropati: Journal of Community ServiceSoeropati: Journal of Community Service

Pasuruan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah komoditas buah salak. Dengan luas lahan perkebunan mencapai 22 hektar, produktivitas panennya cukup tinggi, yaitu mencapai 7,3 ton per panen. Masalah yang dihadapi petani salak di Pasuruan adalah fluktuasi harga dan kurangnya keterampilan serta pengetahuan dalam mengolah salak menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan salak, meningkatkan nilai ekonomis buah salak, dan kemampuan peserta dalam memilih kemasan yang tepat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan praktik pengolahan salak serta pengemasan. Hasilnya menunjukkan bahwa praktik pembuatan selai, sirup, dan sari buah salak oleh peserta umumnya sesuai kriteria dan layak dikonsumsi serta dipasarkan. Kegiatan ini akan memberikan manfaat jangka panjang jika masyarakat dan pemangku kepentingan di Desa Brambang terus mendukung inovasi dan kreativitas dalam pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dari ITSNU Pasuruan kepada petani salak di Desa Brambang telah memberikan hasil yang memuaskan, dibuktikan dengan hasil praktik peserta yang sesuai dengan kriteria produk yang layak konsumsi dan dipasarkan.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah buah salak.Keberhasilan kegiatan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani salak jika ada dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemangku kebijakan di Desa Brambang untuk terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai preferensi konsumen terhadap produk olahan salak yang berbeda, termasuk rasa, tekstur, dan kemasan, untuk mengoptimalkan pengembangan produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Kedua, penelitian tentang efektivitas berbagai metode pengawetan alami untuk memperpanjang umur simpan produk olahan salak tanpa mengurangi kualitas gizi dan rasa perlu dilakukan, sebagai alternatif pengganti bahan pengawet sintetis. Ketiga, studi mengenai model bisnis yang berkelanjutan untuk kelompok tani salak, termasuk strategi pemasaran digital dan akses ke pasar yang lebih luas, dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri olahan salak yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani di Desa Brambang dan sekitarnya.

Read online
File size799.3 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test