KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING
JURNAL ARMADA PENDIDIKANJURNAL ARMADA PENDIDIKANPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal matriks ditinjau dari tingkat self-efficacy (keyakinan diri). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga siswa kelas XI yang mewakili kategori self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Kuesioner, tes kemampuan pemecahan masalah, dan wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data. Siswa yang mendapat skor lebih tinggi pada ukuran efikasi diri lebih cenderung menyelesaikan secara sistematis keempat langkah pemecahan masalah: mengidentifikasi masalah, mengembangkan rencana tindakan, melaksanakan rencana, dan akhirnya, mengevaluasi hasilnya. Meskipun mereka kurang percaya diri dan akurat, siswa dengan efikasi diri sedang tetap menjalani semua langkah. Siswa yang kurang percaya diri pada kemampuan mereka hanya dapat menyelesaikan satu level dan sering kali kesulitan menemukan solusi untuk masalah. Hasil ini menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah matematika siswa secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat efikasi diri mereka. Oleh karena itu, sangat penting bahwa metode pembelajaran matematika mengutamakan pengembangan kemandirian, khususnya ketika berhadapan dengan topik rumit seperti matriks.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dengan menggunakan materi matriks sangat dipengaruhi oleh self-efficacy mereka.Siswa dengan keyakinan diri yang kuat menunjukkan kinerja yang luar biasa dan kemampuan pemecahan masalah yang metodis.Temuan ini menekankan pentingnya bagi pendidik untuk mendorong dan membina kepercayaan diri siswa sebagai bagian dari metodologi pembelajaran guna meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, khususnya dalam materi kompleks seperti matriks.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan self-efficacy siswa dalam matematika, khususnya pada materi matriks. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti pemahaman masalah, perencanaan solusi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi hasil. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor-faktor lain, seperti gaya belajar, lingkungan keluarga, dan dukungan sosial, terhadap kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan matematika di masa depan. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa, para pendidik dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung dan memotivasi bagi siswa.
- Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self-Efficacy Siswa MTs Melalui Pendekatan Pendidikan... doi.org/10.24014/sjme.v3i2.4148Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self Efficacy Siswa MTs Melalui Pendekatan Pendidikan doi 10 24014 sjme v3i2 4148
- Efektivitas Model Eliciting Activitis (Meas) Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa MTs | JURNAL... doi.org/10.60041/jap.v2i2.85Efektivitas Model Eliciting Activitis Meas Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa MTs JURNAL doi 10 60041 jap v2i2 85
- Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Self Efficacy: Systematic Literature Review (SLR)... doi.org/10.23969/symmetry.v7i2.6493Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Self Efficacy Systematic Literature Review SLR doi 10 23969 symmetry v7i2 6493
| File size | 771.9 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UMJ PremiumUMJ Premium Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak kelebihan berat badan, sebagian besar siswa sering mengonsumsi junk food, memiliki aktivitasHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak kelebihan berat badan, sebagian besar siswa sering mengonsumsi junk food, memiliki aktivitas
UNRAMUNRAM Kegiatan serupa dapat diadaptasi oleh wilayah lain yang memiliki permasalahan kerawanan lingkungan dengan menyesuaikan kondisi spesifik lokasi, 2. DiperlukanKegiatan serupa dapat diadaptasi oleh wilayah lain yang memiliki permasalahan kerawanan lingkungan dengan menyesuaikan kondisi spesifik lokasi, 2. Diperlukan
UMMUBAUMMUBA Penggunaan media tersebut meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI TKJ SMKN 8 Palangka Raya dari 49,8% menjadi 84,6%, menunjukkan dampak positif yangPenggunaan media tersebut meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI TKJ SMKN 8 Palangka Raya dari 49,8% menjadi 84,6%, menunjukkan dampak positif yang
UMMUBAUMMUBA Pengajaran matematika di sekolah dasar sangat penting untuk memberikan fondasi dasar dalam memahami konsep matematika yang lebih kompleks. Guru di sekolahPengajaran matematika di sekolah dasar sangat penting untuk memberikan fondasi dasar dalam memahami konsep matematika yang lebih kompleks. Guru di sekolah
LLILLI Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik. Kemampuan memahamiGuru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik. Kemampuan memahami
UNDIKSHAUNDIKSHA 3) berdasarkan uji-T, didapatkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,020. Dengan demikian, maka terdapat perbedaan hasil belajar PPKn siswa pada kelompok eksperimen3) berdasarkan uji-T, didapatkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,020. Dengan demikian, maka terdapat perbedaan hasil belajar PPKn siswa pada kelompok eksperimen
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Pada saat yang sama terjadi kebangkitan siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah membangun motorik halus anak melalui aktivitas leher berbahan bakuPada saat yang sama terjadi kebangkitan siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah membangun motorik halus anak melalui aktivitas leher berbahan baku
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat semester genap 2019/2020.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat semester genap 2019/2020.
Useful /
UMMUBAUMMUBA Pengembangan game edukasi Petualangan Si Wunda dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran. Game ini secara signifikan meningkatkanPengembangan game edukasi Petualangan Si Wunda dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran. Game ini secara signifikan meningkatkan
UMMUBAUMMUBA Integrasi AI memberikan umpan balik yang adaptif sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa, sementara storytelling interaktif memperkuat pemahaman sekaligusIntegrasi AI memberikan umpan balik yang adaptif sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa, sementara storytelling interaktif memperkuat pemahaman sekaligus
UNDIKSHAUNDIKSHA Ditetapkan bahwa tujuan PSHT adalah mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan PSHT merepresentasikanDitetapkan bahwa tujuan PSHT adalah mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan PSHT merepresentasikan
UNDIKSHAUNDIKSHA The millennial generation is the main factor/main actor in the order of the nations life. If the next generation, do not have good character, their nationThe millennial generation is the main factor/main actor in the order of the nations life. If the next generation, do not have good character, their nation