ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniDewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Kenaikan platform digital telah secara mendalam mengubah produksi dan konsumsi film, menggeser sinema ke media berbasis internet seperti YouTube. Pengembangan ini memerlukan pemahaman bagaimana estetika film, praktik menonton, dan struktur industri berevolusi di era digital. Meskipun karya akademik sebelumnya terutama meneliti transisi industri dan pengaruh media sosial, ada celah kritis dalam memahami bagaimana platform digital, khususnya YouTube, merekonfigurasi estetika dan ontologi sinema. Studi ini menggunakan tinjauan literatur kualitatif integratif untuk mengeksaminasi bagaimana YouTube, sebagai platform, merearticulasi dimensi estetika dan ontologi sinema. Temuan utama mengungkapkan tiga tema inti: YouTube mereimajinasikan estetika sinema awal (misalnya, durasi pendek, spektakuler) sebagai digital attraction melalui optimisasi algoritma; ia beroperasi sebagai mesin pameran modern, memcomodifikasi konten melalui antarmukanya dan algoritma; dan dinamika platform ini menghasilkan implikasi sosial-ekonomi yang signifikan, mendorong tenaga kerja sinema ke model prosumer dan mengubah konsumsi film tradisional menjadi hyper-social non-place. Secara keseluruhan, YouTube mencerminkan lingkungan sinema hibrida paradoks, yang menantang pembuat film atau pencipta konten untuk menyeimbangkan integritas artistik dengan kebutuhan komersial. Studi ini menyoroti kebutuhan untuk mengevaluasi ulang secara kritis bentuk dan fungsi sinema yang berkembang.

Studi ini menunjukkan bahwa YouTube bukan hanya saluran distribusi baru, tetapi infrastruktur sosi-teknis yang secara fundamental mengubah estetika dan ontologi sinema.Ditemukan bahwa YouTube mereimajinasikan estetika sinema awal, seperti durasi pendek, spektakuler, dan pameran teknologi yang eksplisit, dengan mengubahnya menjadi bentuk interaktif digital yang dioptimalkan secara algoritmik, sehingga menggema fokus sinema awal pada tampilan teknologi dalam konteks modern.Sebagai mesin pameran modern, platform ini secara mendalam memperkuat komodifikasi langsung ke antarmuka dan algoritmanya, efektif mengubah ekspresi artistik menjadi komoditas digital dan mengarahkan model ekonomi dari media tradisional ke ekonomi perhatian yang didorong oleh UGC dan monetisasi spesifik platform.Komodifikasi ini memiliki implikasi sosial-ekonomi yang signifikan, mendorong tenaga kerja sinema ke model prosumer yang sangat bergantung pada memuaskan algoritma platform dan mempertahankan keterlibatan digital.Secara teoretis, ini merearticulasi ontologi sinema melalui konsep Augé tentang non-place, dengan YouTube merepresentasikan evolusi hyper-social di mana keterhubungan yang menyeluruh dan budaya partisipatif mendorong nilai komersial, mengubah ruang digital yang terpisah menjadi komunitas yang hidup.Secara keseluruhan, YouTube mencerminkan lingkungan sinema hibrida paradoks di mana daya tarik sinema awal bertemu dengan konsumsi digital kontemporer, mendorong pembuat film atau pencipta konten untuk menavigasi digital swerve antara integritas artistik dan kebutuhan komersial dari logika platform.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana algoritma platform seperti YouTube memengaruhi keputusan kreatif pembuat konten dalam mempertahankan integritas artistik sambil memenuhi kebutuhan komersial. Selain itu, studi tentang dampak ekonomi platform kapitalisme pada struktur industri sinema, termasuk perubahan peran tenaga kerja dari profesional ke model prosumer, dapat memberikan wawasan lebih dalam. Terakhir, penelitian tentang interaksi antara budaya partisipatif di platform digital dan evolusi estetika sinema dapat membuka peluang baru untuk memahami transformasi budaya digital kontemporer.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/cj.2004.0050Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 cj 2004 0050
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... jstor.org/stable/3054508?origin=crossrefClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site jstor stable 3054508 origin crossref
  3. Unruly Media: YouTube, Music Video, and the New Digital Cinema | Oxford Academic. unruly music digital... academic.oup.com/book/4307Unruly Media YouTube Music Video and the New Digital Cinema Oxford Academic unruly music digital academic oup book 4307
  4. Encyclopedia of Early Cinema | Richard Abel | Taylor & Francis eBooks,. encyclopedia early cinema... taylorfrancis.com/books/9781134566761Encyclopedia of Early Cinema Richard Abel Taylor Francis eBooks encyclopedia early cinema taylorfrancis books 9781134566761
  5. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.2307/3333533Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 2307 3333533
Read online
File size1 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test