POLTEKPAR NHIPOLTEKPAR NHI

Journal of Event, Travel and Tour ManagementJournal of Event, Travel and Tour Management

Pulau Sibandang, bagian dari Taman Bumi Caldera Toba UNESCO, memiliki potensi budaya dan alam yang signifikan, tetapi menghadapi tantangan dalam promosi pariwisata. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kelayakan pemasaran hanya 8%, meskipun potensi budaya dan alam mencapai 98%. Ketidaksesuaian ini menunjukkan ketiadaan strategi promosi yang terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang strategi promosi pariwisata berkelanjutan untuk acara budaya di Pulau Sibandang melalui lensa penelusuran apresiatif, dengan menekankan autentisitas budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel purposive dari 12 informan kunci, termasuk pejabat pemerintah lokal (n=3), pemimpin komunitas (n=4), manajer pariwisata (n=3), dan wisatawan (n=2). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan perangkat lunak NVivo 12. Keterandalan metodologis dijamin melalui triangulasi sumber data, pengecekan anggota, dan debriefing sejawat. Penelitian ini menggunakan kerangka SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results), yang dipilih secara khusus karena selaras dengan prinsip penelusuran apresiatif dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas, yang menekankan perencanaan berbasis aset daripada defisit. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi matriks promosi pariwisata berkelanjutan dengan analisis SOAR untuk menciptakan model strategi promosi yang berpusat pada komunitas. Temuan mengungkapkan empat tema strategis: (1) cerita budaya otentik melalui platform digital, (2) strategi keterlibatan sepanjang tahun untuk mengatasi pola yang didorong oleh acara, (3) pembangunan kapasitas penciptaan konten berbasis komunitas, dan (4) kemitraan strategis yang memanfaatkan status Taman Bumi UNESCO. Model strategi promosi terpadu yang diusulkan menunjukkan bagaimana aset budaya internal dapat terhubung secara sistematis dengan peluang eksternal melalui aspirasi komunitas, menghasilkan hasil keberlanjutan yang dapat diukur. Penelitian ini berkontribusi pada teori pemasaran pariwisata berkelanjutan dengan menunjukkan bagaimana perencanaan strategis apresiatif dapat mengubah aset komunitas menjadi strategi promosi yang efektif sambil mempertahankan autentisitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.

Penelitian ini telah menggarisbawahi disparitas signifikan di Pulau Sibandang.potensi yang luar biasa sebesar 98% dalam atraksi budaya dan alam bertolak belakang tajam dengan efektivitas pemasaran hanya 8%.Kesenjangan yang substansial ini terutama disebabkan oleh upaya promosi yang sporadis, tidak terkoordinasi, dan kurangnya integrasi eksplisit dari prinsip-prinsip keberlanjutan.Meskipun menghadapi tantangan ini, pulau tersebut memiliki dukungan kebijakan yang kuat di tingkat nasional, regional, dan lokal, yang menyediakan lingkungan yang kondusif untuk intervensi strategis.Selain itu, jejak digital, meskipun tidak konsisten, mengungkapkan sentimen yang sangat positif dan kapasitas yang kuat untuk jangkauan media non-sosial, yang menunjukkan fondasi yang kuat untuk promosi yang ditingkatkan.Faktor-faktor kritis dalam mengatasi fragmentasi yang ada adalah keterlibatan dan kolaborasi aktif berbagai pemangku kepentingan, selain kekuatan inheren dari representasi budaya otentik.Namun, analisis juga menekankan kebutuhan untuk melampaui autentisitas semata dengan secara eksplisit menenun narasi keberlanjutan ke dalam semua pesan promosi.Berdasarkan analisis komprehensif, rekomendasi ilmiah berikut diusulkan untuk meningkatkan promosi pariwisata Pulau Sibandang dan memastikan keberlanjutannya dalam jangka panjang.Untuk mengatasi lanskap digital yang saat ini didorong oleh acara, pergeseran fundamental menuju kalender konten digital berkelanjutan sepanjang tahun sangatlah krusial.Pendekatan proaktif ini akan mempertahankan visibilitas dan keterlibatan yang konsisten di luar acara tertentu.Prioritas harus diberikan pada penciptaan konten video berkualitas tinggi yang kaya narasi, seperti vlog dan mini-dokumenter, secara khusus untuk platform seperti YouTube dan TikTok, mengingat efektivitas terbukti dalam menghasilkan minat publik dan sensasi.Sebuah Perjalanan Otentik harus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten di seluruh media digital dan tradisional.Merek ini harus mengenkapsulasi identitas unik pulau sebagai surga tersembunyi yang menawarkan pengalaman budaya Batak yang meresap, memastikan pesan yang seragam dan menarik.Menanamkan narasi keberlanjutan secara eksplisit ke dalam semua konten promosi sangatlah krusial.Ini melibatkan penjelasan manfaat lingkungan dan sosial dari aktivitas pariwisata, melampaui akurasi deskriptif semata.Misalnya, promosi tidak hanya harus menampilkan tenun ulos tetapi juga menjelaskan praktik berkelanjutan yang terlibat dalam produksinya.Demikian pula, aktivitas seperti kayaking harus dikaitkan dengan upaya konservasi lingkungan.Untuk lebih mengoperasionalkan hal ini, paket Pengalaman Pariwisata Berkelanjutan harus dikembangkan dan dipromosikan, dengan secara eksplisit menonjolkan aspek-aspek berkelanjutan ini sebagai poin penjualan kunci untuk pasar wisatawan yang semakin sadar.Ini akan mengatasi kesenjangan yang diidentifikasi dalam komunikasi keberlanjutan eksplisit dalam pesan promosi saat ini.• Membangun Promosi Berbasis Komunitas dan Kapasitas.Memanfaatkan keterlibatan komunitas yang aktif dan kebanggaan lokal yang ada, program Program Cerita Digital Berbasis Komunitas harus diimplementasikan.Program ini akan memberdayakan anggota komunitas lokal, terutama pemuda, dengan keterampilan yang diperlukan dalam penciptaan konten digital (misalnya, fotografi, videografi, manajemen media sosial).Dengan memungkinkan mereka menceritakan kisah mereka sendiri, program ini akan mendorong kewirausahaan budaya lintas generasi dan memperkuat upaya promosi dari dalam komunitas.Melengkapi hal ini, program pembangunan kapasitas komprehensif harus disediakan untuk Pokdarwis, BUMDesma, dan bisnis lokal lainnya.Program ini akan berfokus pada prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, alat pemasaran digital, dan pengiriman layanan berkualitas, sehingga memperkuat kapasitas internal pemangku kepentingan dan memastikan implementasi strategi promosi berkelanjutan dan didorong secara lokal.Untuk memperluas jangkauan global Pulau Sibandang, kampanye hubungan masyarakat (PR) yang ditargetkan sangatlah krusial.Kampanye ini harus secara strategis memanfaatkan status Taman Bumi Global UNESCO pulau untuk menarik pasar pariwisata eko dan warisan budaya internasional, terutama di wilayah seperti Eropa dan Asia Pasifik.Selain itu, membangun kemitraan strategis dengan influencer perjalanan terkemuka dan outlet media, baik lokal maupun internasional, sangatlah krusial.Kolaborasi seperti ini akan memfasilitasi penciptaan konten autentik berkualitas tinggi dan mengamankan liputan media yang konsisten, terutama di saluran media non-sosial yang telah menunjukkan jangkauan yang unggul.Kemitraan ini akan langsung mengatasi kelayakan pemasaran yang rendah dengan memperluas paparan ke segmen sasaran dan meningkatkan kredibilitas.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi promosi pariwisata yang berkelanjutan dan terintegrasi. Pertama, perlu ada upaya untuk mengintegrasikan strategi promosi pariwisata dengan kebijakan dan rencana pengembangan pariwisata yang ada di tingkat nasional, regional, dan lokal. Hal ini akan memastikan bahwa promosi pariwisata sejalan dengan tujuan dan visi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk melibatkan komunitas lokal dalam proses promosi pariwisata. Ini dapat mencakup pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam penciptaan konten digital, seperti yang diusulkan dalam penelitian ini, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam promosi pariwisata. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki peran dan dampak dari kemitraan strategis dalam promosi pariwisata. Ini dapat mencakup studi kasus tentang bagaimana kemitraan dengan influencer perjalanan, media, dan organisasi pariwisata dapat meningkatkan jangkauan dan kredibilitas promosi pariwisata. Dengan menggabungkan strategi promosi pariwisata yang berkelanjutan, terintegrasi, dan melibatkan komunitas, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di Pulau Sibandang.

  1. Identifying the Potential of Cultural Events as A Reinforce of Tourism Identity on Sibandang Island |... journal.ugm.ac.id/jpt/article/view/99972Identifying the Potential of Cultural Events as A Reinforce of Tourism Identity on Sibandang Island journal ugm ac jpt article view 99972
  2. Full article: Constructing sustainable tourism development: The 2030 agenda and the managerial ecology... tandfonline.com/doi/full/10.1080/09669582.2018.1560456Full article Constructing sustainable tourism development The 2030 agenda and the managerial ecology tandfonline doi full 10 1080 09669582 2018 1560456
Read online
File size796.5 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test