UNIVEDUNIVED

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini berfokus pada optimalisasi konten di media sosial Instagram Diskominfo Provinsi Jambi. Media sosial merupakan wadah untuk berinteraksi secara daring, sehingga informasi dapat diperoleh melalui platform seperti Instagram. Diskominfo Provinsi Jambi secara aktif menggunakan Instagram untuk menyebarkan berita dan informasi di Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana Diskominfo Provinsi Jambi mengoptimalkan penyebaran informasi publik melalui Instagram serta menjelaskan kendala yang dihadapi dalam penyampaian informasi melalui media sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Provinsi Jambi telah memanfaatkan Instagram cukup baik dalam mengoptimalkan penyebaran informasi publik melalui fitur-fitur seperti feed, reels, dan instastory. Namun, aspek hiburan dan interaksi sosial belum dioptimalkan secara maksimal, menyebabkan rendahnya daya tarik, terutama bagi kalangan muda. Kendala utama dalam pengelolaan konten meliputi keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, rendahnya literasi digital masyarakat, dan kurangnya partisipasi audiens.

Diskominfo Provinsi Jambi telah memanfaatkan Instagram secara cukup baik untuk menyebarluaskan informasi publik melalui fitur feed, reels, dan instastory.Strategi visual dan copywriting yang digunakan telah sesuai dengan karakteristik media sosial, namun aspek hiburan dan interaksi sosial masih kurang dioptimalkan, sehingga menurunkan daya tarik terutama bagi generasi muda.Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan SDM, anggaran, rendahnya literasi digital masyarakat, serta kurangnya partisipasi audiens, yang membuat konten informatif sulit menjangkau dan menarik perhatian publik secara luas.

Pertama, perlu dikaji bagaimana integrasi konten edukatif dengan elemen hiburan ringan seperti komedi visual atau tren media sosial dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda tanpa mengurangi nilai informasi yang disampaikan. Kedua, perlu dievaluasi efektivitas penggunaan fitur interaktif seperti polling, kuis, dan tanya jawab langsung di Instagram untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Ketiga, perlu diteliti strategi kolaborasi antara Diskominfo dengan komunitas lokal atau influencer daerah untuk memperluas jangkauan konten sekaligus meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian lanjutan juga dapat menguji model pelatihan literasi digital berbasis konten lokal yang dikemas secara menarik untuk mengatasi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap informasi publik. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi penggunaan Instagram Ads secara strategis dengan target demografi spesifik agar konten penting dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Studi lebih lanjut juga bisa mengukur dampak variasi waktu dan frekuensi unggahan terhadap keterlibatan audiens di platform tersebut. Pengembangan sistem manajemen konten yang melibatkan umpan balik publik secara rutin juga patut diteliti untuk membuat strategi komunikasi lebih responsif. Selanjutnya, perlu diuji pendekatan narasi digital yang menggabungkan cerita rakyat lokal dengan informasi pemerintah untuk meningkatkan keterhubungan emosional masyarakat. Akhirnya, penting untuk menyelidiki bagaimana pengelolaan komentar negatif dan hoaks secara proaktif dapat dilakukan tanpa menghambat ruang partisipasi publik. Semua ini dapat menjadi dasar untuk membangun strategi komunikasi publik berbasis media sosial yang lebih inklusif dan efektif.

  1. DOI Name 10.12962 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 56z crossref desc 23z lembaga... doi.org/10.12962DOI Name 10 12962 Values doi name values index type timestamp data hs serv 56z crossref desc 23z lembaga doi 10 12962
Read online
File size311.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test