UMJAMBIUMJAMBI

Jurnal DevelopmentJurnal Development

Transformasi digital di sektor pendidikan tinggi mendorong perlunya sistem manajemen yang terintegrasi guna mendukung peningkatan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Manajemen Mutu Terpadu (SIP) dalam mendukung peningkatan kualitas layanan di perguruan tinggi melalui pendekatan digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber-sumber relevan lima tahun terakhir, termasuk jurnal nasional terakreditasi dan publikasi institusi pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa SIP berkontribusi signifikan dalam efisiensi administrasi akademik, transparansi data, peningkatan akuntabilitas, serta pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based). SIP juga membantu pemetaan kinerja dosen dan mahasiswa, mendukung proses akreditasi, serta memperkuat kapasitas institusi dalam pengelolaan riset dan inovasi. Keberhasilan implementasi SIP sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas teknologi yang digunakan, komitmen pimpinan, kesiapan sumber daya manusia, dukungan kebijakan eksternal, serta ketersediaan infrastruktur. Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas implementasi SIP, diperlukan langkah-langkah strategis berupa regulasi yang lebih kuat, pelatihan sumber daya manusia yang berkelanjutan, evaluasi pelaksanaan secara periodik, dan investasi jangka panjang dalam pengembangan sistem digital. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model implementasi SIP yang adaptif terhadap konteks lokal masing-masing perguruan tinggi, serta pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan praktik terbaik untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan tinggi. Temuan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan dalam merancang kebijakan mutu yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi.

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Mutu Terpadu (SIP) sangat krusial dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi, karena mendukung efisiensi administrasi, transparansi, akuntabilitas, serta pengambilan keputusan berbasis data.Melalui sistem terintegrasi ini, perguruan tinggi efektif memantau kinerja mahasiswa dan dosen, mengevaluasi mutu secara berkelanjutan, serta memfasilitasi akreditasi dan pengembangan riset.Keberhasilan implementasi SIP sangat bergantung pada kualitas teknologi, komitmen organisasi, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan eksternal dan infrastruktur yang memadai.

Meskipun penelitian ini telah mengidentifikasi peran krusial Sistem Informasi Pendidikan (SIP) dan faktor-faktor keberhasilannya melalui studi literatur, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita serta melengkapi saran yang sudah ada. Pertama, mengingat bahwa riset sebelumnya lebih berfokus pada aspek teknis atau kepuasan pengguna, studi empiris kuantitatif atau campuran sangat diperlukan. Penelitian ini dapat secara langsung mengukur dampak spesifik implementasi SIP terhadap indikator kinerja akademik dosen, seperti efektivitas pengajaran dan produktivitas riset, serta terhadap capaian akademik mahasiswa secara individual di berbagai perguruan tinggi menggunakan data primer, guna memberikan bukti kausal di lapangan. Kedua, dengan banyaknya faktor yang memengaruhi keberhasilan SIP seperti kualitas teknologi, komitmen pimpinan, kesiapan sumber daya manusia, serta infrastruktur, penelitian selanjutnya dapat fokus pada menganalisis model mediasi atau moderasi antar faktor-faktor tersebut. Misalnya, bagaimana komitmen pimpinan memoderasi hubungan antara kualitas teknologi dan tingkat adopsi SIP, atau bagaimana kesiapan sumber daya manusia memediasi dampak infrastruktur terhadap efektivitas sistem, untuk mengidentifikasi faktor dominan dan interaksi mereka. Ketiga, sejalan dengan rekomendasi untuk mengembangkan model SIP yang adaptif terhadap konteks lokal, penelitian dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas berbagai model implementasi SIP di jenis perguruan tinggi yang berbeda—misalnya, universitas riset atau politeknik—dengan fokus pada modul inovatif seperti sistem personalisasi pembelajaran atau analitik prediktif untuk deteksi dini mahasiswa berisiko. Pertanyaan penelitian dapat meliputi, Bagaimana arsitektur dan fitur SIP yang berbeda dapat mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti pemikiran kritis dan kolaborasi, bagi mahasiswa, melampaui efisiensi administratif semata?, guna merancang sistem yang transformatif dalam pengalaman belajar-mengajar.

Read online
File size246.62 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test