IFRELIFREL

Philosophy Global: International Journal of Christian and Catholic PhilosophyPhilosophy Global: International Journal of Christian and Catholic Philosophy

Penelitian ini mengkaji peran musik gereja digital sebagai media untuk penginjilan dan bimbingan rohani dalam ekosistem digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain penjelasan sekuensial, di mana pengumpulan data kuantitatif diikuti dengan eksplorasi kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei daring minimal 200 responden untuk mengukur intensitas konsumsi musik ibadah digital, pemahaman injil yang dirasakan, refleksi iman, dan keterlibatan spiritual. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 15-20 informan kunci dan analisis konten digital dari lagu-lagu ibadah, video ibadah, dan interaksi media sosial. Temuan menunjukkan bahwa musik gereja digital berkontribusi pada pemahaman injil yang lebih kuat, mendorong refleksi iman, dan memperluas praktik bimbingan rohani melalui ruang online. Korelasi positif sedang antara intensitas konsumsi musik dan keterlibatan spiritual menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai media kontekstual untuk pembentukan iman. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi teologis dan pastoral adaptif untuk kementerian musik gereja di era digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik gereja digital memiliki potensi signifikan sebagai media untuk penginjilan dan bimbingan rohani dalam ekosistem digital.Temuan kuantitatif menunjukkan asosiasi positif antara konsumsi musik gereja digital dan keterlibatan spiritual jemaat, sedangkan temuan kualitatif menekankan peran musik sebagai sarana refleksi iman kontekstual.Dengan demikian, musik gereja digital dapat dipahami sebagai media teologis yang memperluas ruang pertemuan antara Injil dan kehidupan orang-orang.Dalam kerangka teologis kontekstual, musik gereja digital berfungsi sebagai simbol budaya yang memungkinkan Injil dialami secara relevan oleh generasi digital native.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa ruang digital bukan hanya alat, tetapi konteks baru untuk praktik iman Kristen.Namun, penggunaan musik gereja digital memerlukan kehati-hatian teologis agar tidak jatuh ke dalam logika hiburan atau komodifikasi iman.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas konteks lintas budaya dan menjelajahi dinamika musik gereja digital dalam berbagai tradisi gerejawi. Gereja juga dianjurkan untuk mengembangkan kurikulum bimbingan rohani digital yang secara eksplisit mengintegrasikan musik sebagai media untuk pembentukan iman berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi teologis yang lebih komprehensif untuk mengintegrasikan musik dalam kementerian gereja di era digital, serta mengeksplorasi cara-cara baru untuk menggunakan musik sebagai sarana komunikasi dan transformasi iman dalam ruang digital.

Read online
File size180.23 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test