UNJAUNJA

Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan KesehatanJambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan

Latar belakang: Penurunan kunjungan pasien klinis menjadi tantangan strategis dalam meningkatkan kualitas layanan laboratorium kesehatan. Data layanan Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan penurunan sebesar 43,5% kunjungan pasien klinis pada 2024, meskipun kunjungan layanan lingkungan meningkat. Studi ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kunjungan pasien klinis. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber, metode, dan data untuk memastikan validitas hasil. Hasil: Penurunan kunjungan pasien klinis dipengaruhi oleh kurangnya promosi layanan laboratorium, komunikasi rendah staf frontline, ruang tunggu tidak nyaman, fasilitas digital terbatas, dan jaringan rujukan lemah. Kesimpulan: Upaya peningkatan yang direkomendasikan mencakup penguasaan kompetensi SDM layanan klinis, optimalisasi promosi layanan, peningkatan fasilitas ruang tunggu, pengembangan sistem layanan digital, dan penguatan jaringan rujukan untuk memulihkan jumlah kunjungan pasien klinis serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan laboratorium daerah.

Penurunan kunjungan pasien klinis di Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Riau dipengaruhi oleh berbagai faktor interrelasi, termasuk kurangnya promosi layanan klinis, keterbatasan kompetensi staf registrasi dalam pelayanan prima, ketidaknyamanan fasilitas ruang tunggu, kurangnya digitalisasi optimal layanan, dan jaringan rujukan yang lemah.Keterlambatan pengadaan alat dan reagen atau anggaran juga memengaruhi penghentian beberapa jenis pemeriksaan dalam periode tertentu, mengurangi minat pasien dalam memanfaatkan layanan klinis.Analisis akar penyebab dilakukan menggunakan pendekatan diagram ikan, mengelompokkan faktor-faktor ke dalam kategori Man, Money, Method, Machine, dan Environment.Solusi alternatif berfokus pada peningkatan pengetahuan staf klinis tentang layanan prima, perencanaan anggaran yang realistis, pengembangan SOP rujukan, pengembangan sistem rekam medis elektronik (RME) terintegrasi dengan BPJS, serta peningkatan kenyamanan ruang tunggu.Implementasi intervensi seperti pelatihan staf, alokasi anggaran terencana, pengembangan prosedur rujukan, dan promosi layanan kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar kualitas layanan laboratorium dapat meningkat kembali serta memperkuat peran laboratorium dalam sistem kesehatan daerah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak literasi digital terhadap adopsi sistem elektronik oleh masyarakat dalam layanan laboratorium. Selain itu, studi tentang efektivitas berbagai program pelatihan staf klinis dalam meningkatkan kompetensi layanan bisa menjadi arah penelitian baru. Penelitian lain dapat mengeksplorasi peran tenaga kesehatan masyarakat dalam promosi layanan laboratorium kepada masyarakat luas. Ketiga saran ini bertujuan memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang mendorong peningkatan kunjungan pasien dan kualitas layanan laboratorium secara holistik.

  1. BARRIER OF REFERRAL–BACK IN SECONDARY HEALTH FACILITIES: PROVIDER AND PATIENT PERSPECTIVES | Indonesian... doi.org/10.20473/jaki.v12i2.2024.250-257BARRIER OF REFERRALAeBACK IN SECONDARY HEALTH FACILITIES PROVIDER AND PATIENT PERSPECTIVES Indonesian doi 10 20473 jaki v12i2 2024 250 257
Read online
File size333.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test