UTSUTS

Jurnal Ekonomi dan Bisnis IndonesiaJurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui seberapa besar nilai ekonomi wisata alam Senggigi dilihat dari biaya perjalanan (travel cost ) dan untuk mengetahui apakah biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi, Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas, Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur mempengaruhi jumlah kunjungan individu wisatawan domestik maupun mancanegara di wisata alam Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara. metode penelitian yang digunakan adalah metode sampel survey, dan teknik penentuan responden adalah metode accidental sampling dimana sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan desain penelitian. Analisis yang digunakan Analisis Regresi Berganda dengan sepuluh variabel utama yaitu variabel jumlah kunjungan (Y), biaya perjalanan (X1), biaya waktu (X2), persepsi responden (X3), karakteristik substitusi (X4), Pendapatan individu (X5) Fasilitas-fasilitas (X6) Tingkat Pendidikan (X7) jarak (X8) dan umur (X9). dengan hasil Y = -11,026 - 1,22X1 1,48X2 1,45X3 - 2,26X4 -7,43X5 2,88X6 2,21X7 7,75X8 0,12X9. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa nilai Z hitung dari variabel karakteristik substitusi, variabel fasilitas, variabel tingkat pendidikan dan variabel jarak lebih besar dari nilai t-tabel ( -2.464 > -1,960 ), ( 3.490 > 1,960 ), ( 2.564 > 1,960 ), ( 3.919 > 1,960 ), yang berarti bahwa karakteristik substitusi, tingkat pendidikan, fasilitas-fasilitas, dan jarak mempunyai pengaruh secara nyata terhadap jumlah kunjungan. Sedangkan variabel biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, pendapatan, dan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan.

Penelitian ini memperkirakan nilai ekonomi wisata alam Senggigi sebesar Rp 1.Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa karakteristik substitusi, fasilitas, tingkat pendidikan, dan jarak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan, sedangkan biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, pendapatan, dan umur tidak berpengaruh signifikan.Secara simultan, kesembilan variabel bebas secara bersama‑sama menjelaskan 57,8 % varians jumlah kunjungan (R²=0.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana penambahan manfaat non‑moneter seperti kualitas lingkungan dan nilai budaya ke dalam pendekatan biaya perjalanan memengaruhi estimasi nilai ekonomi wisata alam Senggigi, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kontribusi pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, studi longitudinal selama beberapa tahun dapat dianalisis untuk melihat efek variasi musiman serta perkembangan infrastruktur terhadap faktor‑faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan, dengan menggunakan data panel dan model regresi dinamis. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan multiregional antara Senggigi dan destinasi wisata alam lain di Nusa Tenggara Barat menggunakan pendekatan multilevel, guna mengidentifikasi perbedaan regional dalam pengaruh variabel fasilitas, tingkat pendidikan, dan jarak terhadap perilaku wisatawan. Akhirnya, eksplorasi metode valuasi alternatif seperti contingent valuation atau choice experiment dapat memberikan perspektif tambahan mengenai nilai rekreasi yang tidak dapat diukur hanya dengan biaya perjalanan.

Read online
File size351.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test