ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Industri pulp dan kertas merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya melalui produksi dissolving pulp dengan kandungan selulosa tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap penurunan nilai Kappa, serta menganalisis hubungannya dengan viskositas dan tingkat kecerahan (brightness) pulp pada proses oxygen delignification. Pengujian dilakukan di PT. Toba Pulp Lestari Tbk dengan metode standar, nilai Kappa ditentukan menggunakan TAPPI T236, viskositas diukur dengan metode larutan tembaga etilendiamin (CuEn), dan brightness dianalisis menggunakan standar ISO 2470. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH menurunkan nilai Kappa dan meningkatkan brightness, namun diikuti penurunan viskositas. Kondisi optimum dicapai pada konsentrasi NaOH sebesar 11%, dengan nilai Kappa 4.4, brightness 48,9% ISO dan viskositas 16,3 mPa·s. Dengan demikian, konsentrasi 11% NaOH dianggap paling efektif dalam meningkatkan efisiensi delignifikasi tanpa mengorbankan kualitas pulp.

Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi konsentrasi NaOH memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja proses oxygen delignification.Peningkatan konsentrasi NaOH terbukti mampu menurunkan nilai Kappa secara efektif, yang mencerminkan pengurangan lignin dalam pulp.Pada konsentrasi NaOH sebesar 13%, nilai Kappa berhasil ditekan dari 16,5 menjadi 3,2, dengan persentase penurunan mencapai 80,61%.Selain itu, peningkatan konsentrasi NaOH juga berkontribusi terhadap peningkatan brightness pulp, dari 43,5% hingga mencapai 53,0% ISO.Namun, efek samping berupa penurunan viskositas turut terjadi, terutama pada konsentrasi tinggi, yang mengindikasikan degradasi struktur selulosa akibat kondisi alkali yang terlalu kuat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH sebesar 11% merupakan kondisi optimum dalam tahap pre-delignifikasi.Pada titik ini, tercapai keseimbangan yang ideal antara efektivitas penghilangan lignin dan kestabilan mutu pulp, dengan nilai Kappa sebesar 4,4, tingkat brightness 48,9% ISO, serta viskositas 16,3 mPa•s yang masih memenuhi standar Dissolving pulp.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan bahan kimia alternatif sebagai pengganti NaOH untuk mengurangi dampak negatif terhadap viskositas selulosa. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang interaksi antara konsentrasi alkali dan suhu reaksi dalam mempertahankan struktur selulosa selama proses oxygen delignification. Terakhir, penelitian dapat mengkaji kombinasi metode delignifikasi berbasis oksigen dengan teknik biokatalisis untuk meningkatkan efisiensi proses tanpa mengorbankan kualitas pulp.

  1. Improving Reaction Selectivity with NaOH Charges and Reaction Time in the Medium Consistency Oxygen Delignification... doi.org/10.14716/ijtech.v11i4.3499Improving Reaction Selectivity with NaOH Charges and Reaction Time in the Medium Consistency Oxygen Delignification doi 10 14716 ijtech v11i4 3499
Read online
File size444.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test