UMSUMS
Jurnal Berita Ilmu KeperawatanJurnal Berita Ilmu KeperawatanHipertensi dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita di segala usia. Lansia berisiko tinggi terkena penyakit degeneratif usia seperti hipertensi. Salah satu cara menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah menggunakan terapi musik instrumental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di Panti Werdha Budhi Dharma Umbulharjo Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian berjumlah 52 lansia, dengan sampel sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan setelah terapi musik instrumental, tekanan darah 28 orang menjadi normal dan 2 orang tidak mengalami penurunan. Nilai Z hitung sebesar -6,174 dengan p-value 0,000 < α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi musik instrumental terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di lokasi penelitian.
Terapi musik instrumental memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi.Sebagian besar lansia mengalami penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi musik instrumental.Hanya dua orang lansia yang tekanan darahnya tetap tidak berubah setelah intervensi.
Pertama, perlu diteliti efektivitas jenis musik instrumental tertentu, seperti musik klasik Barok versus musik daerah Jawa, dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi, untuk mengetahui apakah karakteristik musik memengaruhi hasil terapi. Kedua, perlu dikaji durasi dan frekuensi terapi musik yang optimal, misalnya 15 menit harian dibanding 30 menit tiga kali seminggu, untuk menentukan skema intervensi yang paling efisien dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari lansia. Ketiga, perlu dieksplorasi pengaruh terapi musik instrumental terhadap faktor psikologis seperti stres dan kualitas tidur lansia hipertensi, karena ketidakstabilan emosi dan gangguan tidur bisa menjadi penghambung penurunan tekanan darah, sehingga dapat diketahui apakah terapi musik bekerja melalui jalur psikofisiologis secara menyeluruh. Studi-studi lanjutan ini dapat membantu menyempurnakan program terapi non-farmakologis yang terjangkau dan nyaman bagi lansia di fasilitas sosial maupun rumah tangga.
| File size | 338.24 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independentIntensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Masalah yang dihadapi oleh kedua pasien tersebut adalah Infeksi Saluran Kemih disertai dengan masalah nyeri akut yang berkaitan dengan cedera fisik, yangMasalah yang dihadapi oleh kedua pasien tersebut adalah Infeksi Saluran Kemih disertai dengan masalah nyeri akut yang berkaitan dengan cedera fisik, yang
UM MetroUM Metro Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua, pendidik, dan praktisi dalam memilih metode intervensi yang sesuai untuk mendukung perkembanganHasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua, pendidik, dan praktisi dalam memilih metode intervensi yang sesuai untuk mendukung perkembangan
UPERTISUPERTIS Saran bagi ibu hamil yang akan menghadapi persalinan dapat menggunakan tehnik butterfly hug untuk mengatasi kecemasan. Terapi butterfly hug menunjukkanSaran bagi ibu hamil yang akan menghadapi persalinan dapat menggunakan tehnik butterfly hug untuk mengatasi kecemasan. Terapi butterfly hug menunjukkan
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan gejala berupa berkurangnya ancaman verbal, menurunnya agitasi, meningkatnya kooperatif pasien, serta partisipasiHasil implementasi menunjukkan adanya penurunan gejala berupa berkurangnya ancaman verbal, menurunnya agitasi, meningkatnya kooperatif pasien, serta partisipasi
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hasil menunjukkan penurunan nyeri menstruasi yang signifikan setelah intervensi (rata-rata pretest: 7,07; rata-rata posttest: 3,00; p = 0,001). TerapiHasil menunjukkan penurunan nyeri menstruasi yang signifikan setelah intervensi (rata-rata pretest: 7,07; rata-rata posttest: 3,00; p = 0,001). Terapi
PELNIPELNI Kuesioner penelitian ini menggunakan skoring HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), lembar observasi sebelum dan sesudah, dan SOP terapi musik klasik. PenelitianKuesioner penelitian ini menggunakan skoring HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), lembar observasi sebelum dan sesudah, dan SOP terapi musik klasik. Penelitian
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Tindakan Relaksasi Benson dapat dilakukan pasien secara mandiri. Oleh sebab itu relaksasi benson dapat dilakukan perawat sebagai intervensi mandiri untukTindakan Relaksasi Benson dapat dilakukan pasien secara mandiri. Oleh sebab itu relaksasi benson dapat dilakukan perawat sebagai intervensi mandiri untuk
Useful /
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini menemukan bahwa Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal telah menyediakan kerangka dasar kewajiban hukum bagi warga negaraPenelitian ini menemukan bahwa Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal telah menyediakan kerangka dasar kewajiban hukum bagi warga negara
STTPBSTTPB Dalam paradigma Barth, hal yang harus diingat bahwa Allah telah menyatakan rahmat-Nya melalui Yesus sejak kekekalan. Atas dasar inilah, Barth menentangDalam paradigma Barth, hal yang harus diingat bahwa Allah telah menyatakan rahmat-Nya melalui Yesus sejak kekekalan. Atas dasar inilah, Barth menentang
PUBMEDIAPUBMEDIA Apabila salah satu pihak tidak mengajukan pembatalan ke Pengadilan, maka perjanjian tersebut tetap mengikat para pihak pembuatnya sebagaimana Pasal 1338Apabila salah satu pihak tidak mengajukan pembatalan ke Pengadilan, maka perjanjian tersebut tetap mengikat para pihak pembuatnya sebagaimana Pasal 1338
UMSUMS 813 dibandingkan pola asuh otoriter 5. 8. Kesimpulan: ada perbedaan yang signifikan antara tahun 2020. Pola asuh permisif memiliki risiko 0,8 kali lebih813 dibandingkan pola asuh otoriter 5. 8. Kesimpulan: ada perbedaan yang signifikan antara tahun 2020. Pola asuh permisif memiliki risiko 0,8 kali lebih