URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Pekerja administrasi perkantoran umumnya bekerja dalam posisi duduk statis dan menggunakan komputer dalam durasi panjang, sehingga berpotensi meningkatkan risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal. Penilaian risiko ergonomi workstation diperlukan sebagai dasar perbaikan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat risiko ergonomi berdasarkan penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) pada pekerja administrasi PT Z. Hasil menunjukkan bahwa 14 responden (70,0%) berada pada kategori risiko rendah (skor ≤5) dan 6 responden (30,0%) berada pada kategori risiko tinggi (skor >5). Keluhan muskuloskeletal paling banyak dilaporkan pada bahu dan punggung atas. Meskipun mayoritas pekerja berada pada kategori risiko rendah, proporsi risiko tinggi menunjukkan perlunya intervensi ergonomi, khususnya pada pengaturan kursi, monitor, serta keyboard dan mouse, disertai edukasi postur kerja dan penerapan micro-break.

Berdasarkan penilaian menggunakan metode ROSA, sebagian besar pekerja (70%) berada pada kategori risiko ergonomi rendah, sedangkan 30% lainnya termasuk dalam kategori risiko tinggi.Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi kerja secara umum sudah cukup baik, namun masih terdapat sejumlah pekerja yang berpotensi mengalami masalah ergonomi.Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan workstation serta pemberian edukasi ergonomi secara berkala guna mencegah terjadinya gangguan muskuloskeletal di kemudian hari.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak jangka panjang dari intervensi ergonomi seperti penggunaan kursi ergonomis atau monitor layar datar terhadap pengurangan keluhan muskuloskeletal. Selain itu, perlu dikaji perbandingan efektivitas metode ROSA dengan alat penilaian ergonomi lainnya dalam konteks lokal. Penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor psikologis seperti stres kerja atau kelelahan mental yang mungkin memperparah risiko ergonomi, serta mengkaji peran pelatihan micro-break yang lebih sistematis dalam mengurangi beban kerja fisik. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik untuk lingkungan kerja perkantoran di Indonesia.

  1. Evaluation of Office Ergonomic Risk Using Rapid Office Strain Assessment (ROSA) | Jayadi | JIEMS (Journal... journal.ubm.ac.id/index.php/jiems/article/view/2181Evaluation of Office Ergonomic Risk Using Rapid Office Strain Assessment ROSA Jayadi JIEMS Journal journal ubm ac index php jiems article view 2181
  2. "Analisis Faktor Risiko Gangguan Otot Rangka akibat Kerja pada Pekerja " by Alvina Winners... doi.org/10.59230/njohs.v4i2.7644Analisis Faktor Risiko Gangguan Otot Rangka akibat Kerja pada Pekerja by Alvina Winners doi 10 59230 njohs v4i2 7644
Read online
File size544.98 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test