URINDOURINDO
Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu KesehatanSwamedikasi adalah praktik pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan, seperti demam dan nyeri, dengan menggunakan obat bebas analgesik dan antipiretik yang mudah diperoleh tanpa resep dokter. Kemudahan akses, kepraktisan, dan biaya yang lebih rendah menjadi alasan utama masyarakat memilih swamedikasi. Namun, penggunaan obat secara mandiri berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai jenis, dosis, tujuan, dan cara penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi dalam penggunaan obat analgesik dan antipiretik pada masyarakat Desa Yosowilangun, Kabupaten Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (73%) dan perilaku swamedikasi yang baik (91%). Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi dalam penggunaan obat analgesik dan antipiretik.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Desa Yosowilangun, Kabupaten Gresik memiliki pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat analgesik–antipiretik, dengan proporsi sebesar 73%.Selain itu, perilaku swamedikasi yang ditunjukkan oleh responden juga tergolong baik, dengan persentase mencapai 91%.Hasil pengujian statistik menggunakan metode Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p < 0,05.Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat berperan dalam memengaruhi cara mereka melakukan pengobatan mandiri, sehingga pengetahuan yang lebih baik cenderung mendorong praktik swamedikasi yang lebih tepat dan rasional.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi antara masyarakat di daerah pedesaan dan perkotaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi perilaku swamedikasi, seperti akses terhadap informasi kesehatan, tingkat pendidikan, dan faktor sosial-ekonomi. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik swamedikasi dan upaya-upaya untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.
| File size | 268.53 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
URINDOURINDO Studi ini memakai desain studi analitik korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 43 catin perempuan di KUA Kecamatan Klojen Kota MalangStudi ini memakai desain studi analitik korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 43 catin perempuan di KUA Kecamatan Klojen Kota Malang
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat hidup kreatif dengan teknologi penyimpanan hijauan, mengolah kotoranTujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat hidup kreatif dengan teknologi penyimpanan hijauan, mengolah kotoran
Q2LIIQ2LII Meskipun tantangan terkait ketergantungan pada cuaca untuk penanaman kelor, program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan dalam jangkaMeskipun tantangan terkait ketergantungan pada cuaca untuk penanaman kelor, program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan dalam jangka
STIKES ISFISTIKES ISFI Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan masing-masing pelarut berupa etanol 70% dan n-heksana. Pengukuran Nilai SPF ekstrak etanol (EEDK) dan EkstrakEkstraksi menggunakan metode maserasi dengan masing-masing pelarut berupa etanol 70% dan n-heksana. Pengukuran Nilai SPF ekstrak etanol (EEDK) dan Ekstrak
STIKES ISFISTIKES ISFI Populasi penelitian terdiri dari 151 pasien diabetes mellitus tipe II, dengan sampel sebanyak 35 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling.Populasi penelitian terdiri dari 151 pasien diabetes mellitus tipe II, dengan sampel sebanyak 35 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling.
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Setelah PKM ini dilakukan diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secaraSetelah PKM ini dilakukan diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara
UTBUTB SP4N Lapor berfungsi sebagai sistem aplikasi pemerintah di Kabupaten Demak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sarana pengaduan yang dapatSP4N Lapor berfungsi sebagai sistem aplikasi pemerintah di Kabupaten Demak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sarana pengaduan yang dapat
UM MetroUM Metro Untuk menganalisis skor pre-test dan post-test, peneliti menggunakan analisis t-test. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan nilai t-test (6. 999) lebihUntuk menganalisis skor pre-test dan post-test, peneliti menggunakan analisis t-test. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan nilai t-test (6. 999) lebih
Useful /
IJHPIJHP Temuan ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan telah siap menghadapi transformasi digital, khususnya dalam penggunaan rekam medis elektronik dan sistemTemuan ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan telah siap menghadapi transformasi digital, khususnya dalam penggunaan rekam medis elektronik dan sistem
URINDOURINDO Meskipun mayoritas pekerja berada pada kategori risiko rendah, proporsi risiko tinggi menunjukkan perlunya intervensi ergonomi, khususnya pada pengaturanMeskipun mayoritas pekerja berada pada kategori risiko rendah, proporsi risiko tinggi menunjukkan perlunya intervensi ergonomi, khususnya pada pengaturan
Q2LIIQ2LII Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku hidup sehat siswa, di mana kebiasaan mencuci tangan meningkat dari 50% menjadiHasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku hidup sehat siswa, di mana kebiasaan mencuci tangan meningkat dari 50% menjadi
IISTRIISTR Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan peningkatan keterampilan guru dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam materi pembelajaran, penyesuaianUntuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan peningkatan keterampilan guru dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam materi pembelajaran, penyesuaian