UNRIYOUNRIYO

medika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatanmedika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Latar Belakang: Wasting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi akut pada balita yang memerlukan pemenuhan kebutuhan zat gizi secara adekuat. Pemanfaatan pangan lokal dapat dikembangkan untuk menghasilkan produk pangan padat zat gizi. Ikan lele merupakan sumber protein hewani, sedangkan daun kelor mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein dan zat besi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan daun kelor terhadap kandungan protein, zat besi, dan daya terima nugget ikan lele. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi, yaitu P0 tanpa penambahan daun kelor, P1 dengan penambahan 10 g daun kelor, dan P2 dengan penambahan 15 g daun kelor. Penelitian dilaksanakan pada April–Juni 2026. Kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl dan zat besi menggunakan spektrofotometri. Daya terima dinilai oleh 15 panelis agak terlatih menggunakan skala hedonik empat tingkat. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Mann–Whitney, sedangkan kandungan protein dan zat besi dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil: Kandungan protein meningkat dari 4,09% pada P0 menjadi 8,57% pada P1 dan 8,99% pada P2. Kandungan zat besi meningkat dari 0,92 mg/100 g pada P0 menjadi 2,07 mg/100 g pada P1 dan 3,44 mg/100 g pada P2. Perbedaan kandungan protein dan zat besi antarperlakuan bermakna (p<0,001). Penambahan daun kelor berpengaruh terhadap daya terima rasa (p=0,015), tetapi tidak berpengaruh terhadap warna (p=0,070), aroma (p=0,407), dan tekstur (p=0,571). Kesimpulan: Formulasi P2 menghasilkan kandungan protein dan zat besi tertinggi serta masih dapat diterima oleh panelis. Nugget ikan lele dengan penambahan daun kelor berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan berbasis bahan lokal, tetapi efektivitasnya sebagai makanan tambahan untuk balita wasting memerlukan penelitian intervensi lebih lanjut.

Formulasi P2 menghasilkan kandungan protein dan zat besi tertinggi serta masih dapat diterima oleh panelis.Nugget ikan lele dengan penambahan daun kelor berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan berbasis bahan lokal, tetapi efektivitasnya sebagai makanan tambahan untuk balita wasting memerlukan penelitian intervensi lebih lanjut.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas nugget ikan lele dengan daun kelor sebagai makanan tambahan untuk balita wasting melalui studi intervensi. Selanjutnya, pengujian berbagai proporsi penambahan daun kelor untuk menemukan keseimbangan optimal antara kandungan gizi dan daya terima sensorik. Terakhir, analisis bioavailabilitas zat besi dalam produk diperlukan untuk memahami potensi peningkatan status gizi secara langsung.

  1. Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita | Jurnal Kesmas Asclepius. hubungan... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JKA/article/view/578Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita Jurnal Kesmas Asclepius hubungan journal ipm2kpe index php JKA article view 578
Read online
File size344.64 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test