UIBUUIBU
One moment, please...One moment, please...Upaya peningkatan protein pada tempe dapat memberikan nilai positif pada pangan asli Indonesia. Berlimpahnya sisa putih telur pada industri roti dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tempe kedelai. Putih telur yang kaya akan albumin belum pernah dimanfaatkan pada pembuatan tempe kedelai oleh produsen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan putih telur mentah dan kukus terhadap kadar protein tempe kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Konsentrasi putih telur yang digunakan dalam penelitian antara lain 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar pengamatan kadar protein dengan metode Lowry. Data penelitian adalah kadar protein terlarut. Teknik analisis data menggunakan Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penambahan putih telur mentah dan kukus terhadap kadar protein tempe kedelai (P > 0,05). Akan tetapi, penambahan putih telur mentah dapat meningkatkan kadar protein tempe kedelai, dibandingkan dengan putih telur kukus. Simpulan penelitian adalah penambahan putih telur mentah dan kukus tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar protein tempe kedelai. Jenis tepung putih telur yang tepat untuk meningkatkan kadar protein tempe kedelai adalah tepung putih telur mentah dengan kadar protein sebesar 15,0 per 100 gram.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan putih telur mentah dan kukus tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar protein tempe kedelai (P > 0,05).Namun, penambahan putih telur mentah dalam pembuatan tempe kedelai ini mampu meningkatkan kadar protein terlarut sebesar 15,05 per 100 gram.Penelitian ini merekomendasikan bahwa jenis putih telur yang tepat untuk digunakan pada pembuatan tempe kedelai adalah putih telur mentah.
Penelitian lanjutan dapat menguji pengaruh konsentrasi putih telur di luar rentang 0%-10% untuk mengidentifikasi konsentrasi optimal yang tidak mengurangi kualitas tempe. Selain itu, perlu mengeksplorasi sumber protein hewani lain seperti tepung ikan atau tepung daging sebagai alternatif peningkatan protein tempe. Terkahir, penelitian juga bisa membandingkan metode pengukuran protein (Lowry vs. metode lain) untuk memastikan akurasi data yang lebih tinggi.
- Potensi Gizi Tempe Berbahan Dasar Jagung | Lestari | (JITEK)Jurnal Ilmiah Teknosains. gizi tempe berbahan... doi.org/10.26877/jitek.v2i2/Nov.1202Potensi Gizi Tempe Berbahan Dasar Jagung Lestari JITEK Jurnal Ilmiah Teknosains gizi tempe berbahan doi 10 26877 jitek v2i2 Nov 1202
- Swasembada Kedelai: Antara Harapan dan Kenyataan | Budhi | Forum penelitian Agro Ekonomi. swasembada... ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/article/view/3917Swasembada Kedelai Antara Harapan dan Kenyataan Budhi Forum penelitian Agro Ekonomi swasembada ejurnal litbang pertanian go index php fae article view 3917
- Quantification of Soluble or Insoluble Fractions of Leishmania Parasite Proteins in Microvolume Applications:... doi.org/10.1155/2020/6129132Quantification of Soluble or Insoluble Fractions of Leishmania Parasite Proteins in Microvolume Applications doi 10 1155 2020 6129132
- Alergenisitas Sistem Glikasi Isolat Protein Kedelai-Fruktooligosakarida | Suseno | agriTECH. sistem glikasi... journal.ugm.ac.id/agritech/article/view/16770Alergenisitas Sistem Glikasi Isolat Protein Kedelai Fruktooligosakarida Suseno agriTECH sistem glikasi journal ugm ac agritech article view 16770
- Poduksi Tempe Sebagai Wirausaha Mahasiswa Santri | Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan.... journal.walisongo.ac.id/index.php/dimas/article/view/2432Poduksi Tempe Sebagai Wirausaha Mahasiswa Santri Dimas Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan journal walisongo ac index php dimas article view 2432
| File size | 301.94 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 47.22% siklus II meningkat 85.55% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwaHasil belajar siswa pada siklus I mencapai 47.22% siklus II meningkat 85.55% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa
STAIARROSYIDSTAIARROSYID Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, Tutor Sebaya dan mengetahui komparasi model pembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, Tutor Sebaya dan mengetahui komparasi model pembelajaran
ICJAMBIICJAMBI Berdasarkan penilaian ahli, model pembelajaran dinyatakan layak dengan skor tertinggi 89,5 %. Pada pre‑test, 30,4 % siswa dikategorikan lengkap,Berdasarkan penilaian ahli, model pembelajaran dinyatakan layak dengan skor tertinggi 89,5 %. Pada pre‑test, 30,4 % siswa dikategorikan lengkap,
UNPARUNPAR Objek pada penelitian ini yaitu kualitas proses belajar siswa yakni terletak pada hasil belajar siswa yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek penelitianObjek pada penelitian ini yaitu kualitas proses belajar siswa yakni terletak pada hasil belajar siswa yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek penelitian
PPSDPPPSDP Selisih tersebut menunjukkan bahwa model STAD Type Cooperative menghasilkan pencapaian belajar yang lebih tinggi dibandingkan model Peer Tutor pada mataSelisih tersebut menunjukkan bahwa model STAD Type Cooperative menghasilkan pencapaian belajar yang lebih tinggi dibandingkan model Peer Tutor pada mata
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Penerapan model pembelajaran Direct Instruction di SMA Negeri Nibung memperkuat pemahaman siswa tentang materi gelombang, menggandakan persentase siswaPenerapan model pembelajaran Direct Instruction di SMA Negeri Nibung memperkuat pemahaman siswa tentang materi gelombang, menggandakan persentase siswa
IPTSIPTS Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 50% siswa yangPeningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 50% siswa yang
IPTSIPTS Sedangkan objek peneliti ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat. Teknik pengumpulan dataSedangkan objek peneliti ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat. Teknik pengumpulan data
Useful /
Tel-UTel-U Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya literasi visual namun juga menawarkan model alternatif bagi pengembangan produk budaya yang inovatifDengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya literasi visual namun juga menawarkan model alternatif bagi pengembangan produk budaya yang inovatif
Tel-UTel-U Reaksi audiens terbagi tajam, sebagian memuji inovasi tersebut, sementara yang lain mengkritik iklan sebagai “menyeramkan, “tak berjiwa, atau tidakReaksi audiens terbagi tajam, sebagian memuji inovasi tersebut, sementara yang lain mengkritik iklan sebagai “menyeramkan, “tak berjiwa, atau tidak
UIBUUIBU yang meliputi 4 tahapan: Define, design, design dan Disseminate. Pengujian produk LKS Berbasis Multiple Intelligence, terdapat beberapa aspek antara lainyang meliputi 4 tahapan: Define, design, design dan Disseminate. Pengujian produk LKS Berbasis Multiple Intelligence, terdapat beberapa aspek antara lain
UIBUUIBU Ekstrak daun kelor diperoleh melalui maserasi dengan pelarut aquades, etanol, methanol, etil asetat, dan n-heksan. Ekstrak daun kelor diuji fitokimia danEkstrak daun kelor diperoleh melalui maserasi dengan pelarut aquades, etanol, methanol, etil asetat, dan n-heksan. Ekstrak daun kelor diuji fitokimia dan