PPSDPPPSDP

PPSDP International Journal of EducationPPSDP International Journal of Education

Model pembelajaran yang digunakan masih bersifat berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif dalam mengikuti proses belajar di kelas dan menghasilkan pencapaian belajar yang relatif rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, tersedia banyak model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menuntut keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan belajar. Penelitian ini menguji penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Peer Tutor untuk mengetahui mana yang lebih efektif pada mata pelajaran matematika kelas X SMA PGRI Betung, Kabupaten Banyuasin. Populasi penelitian mencakup semua siswa kelas X SMA PGRI Betung, dengan sampel diambil secara acak sederhana dari dua kelas, yaitu X1 dan X3. Metode yang diterapkan adalah metode eksperimental, dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan analisis statistik menggunakan uji t. Hasil analisis data serta evaluasi tes menunjukkan bahwa pencapaian belajar siswa pada mata pelajaran matematika yang menggunakan model Kooperatif Tipe STAD lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Peer Tutor.

Berdasarkan hasil penelitian, rata‑rata nilai belajar siswa yang menggunakan model STAD Type Cooperative adalah 79,2, sedangkan yang menggunakan model Peer Tutor sebesar 69,59.Selisih tersebut menunjukkan bahwa model STAD Type Cooperative menghasilkan pencapaian belajar yang lebih tinggi dibandingkan model Peer Tutor pada mata pelajaran matematika.Dengan demikian, penggunaan model STAD Type Cooperative lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi posisi titik, garis, dan bidang dalam ruang tiga dimensi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas model Kooperatif Tipe STAD dan Peer Tutor pada berbagai jenjang kelas serta di sejumlah sekolah menengah atas berbeda, sehingga dapat menguji generalisasi temuan pada populasi yang lebih luas. Selain itu, penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan kedua model tersebut terhadap retensi konsep matematika, khususnya pemahaman tentang posisi titik, garis, dan bidang dalam ruang tiga dimensi, dengan melakukan pengukuran pada akhir semester atau tahun ajaran berikutnya. Selanjutnya, dapat dikaji integrasi teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring atau aplikasi interaktif, ke dalam implementasi STAD dan Peer Tutor untuk menilai apakah dukungan teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar secara signifikan. Penelitian-penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai strategi pembelajaran aktif yang optimal untuk meningkatkan prestasi matematika siswa.

  1. PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY METHOD) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP... doi.org/10.51878/secondary.v1i3.548PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING GUIDED DISCOVERY METHOD DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP doi 10 51878 secondary v1i3 548
  2. PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN... doi.org/10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p108-119PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN doi 10 24246 j sw 2013 v29 i2 p108 119
  3. Manfaat dan Kendala Penerapan Tutor Sebaya untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Lentera Harapan Mamit |... ejournal.uksw.edu/scholaria/article/view/2449Manfaat dan Kendala Penerapan Tutor Sebaya untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Lentera Harapan Mamit ejournal uksw edu scholaria article view 2449
  1. #pembelajaran matematika#pembelajaran matematika
  2. #keterlibatan siswa#keterlibatan siswa
Read online
File size140.12 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2I3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test