UNRIYOUNRIYO

International Journal of Informatics and ComputationInternational Journal of Informatics and Computation

Jaringan distribusi listrik merupakan komponen penting yang mendistribusikan listrik dari gardu induk ke konsumen akhir. Pemantauan tegangan di seluruh jaringan kritis, tetapi pengukuran langsung di semua titik seringkali tidak praktis karena keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan interpolasi linear dan kuadratik untuk memperkirakan tegangan di titik yang tidak terukur. Data pengukuran tegangan di beberapa titik digunakan sebagai dasar untuk interpolasi. Dengan bantuan MATLAB, tegangan di titik yang tidak terukur dapat diperkirakan secara cepat dan akurat. Hasil interpolasi jarak pada konsumsi listrik menunjukkan bahwa konsumsi listrik berkurang seiring meningkatnya jarak. Pada jarak 5 km (Ds. Galih), konsumsi listrik tercatat 1.237,5 kWh, sedangkan pada jarak 15 km (Ds. Triharjo) konsumsi listrik berkurang menjadi 1.232,5 kWh. Selanjutnya, pada jarak 25 km (Kecamatan Wungurejo), konsumsi listrik tercatat 1.227,5 kWh, dan pada jarak 35 km (Kecamatan Tejorejo) konsumsi listrik berkurang lagi menjadi 1.222,5 kWh. Metode ini memungkinkan pemantauan yang lebih komprehensif terhadap kinerja jaringan, membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus, serta mendukung keputusan dalam perawatan dan perbaikan jaringan. Secara kesimpulan, interpolasi linear merupakan metode efektif untuk memperkirakan tegangan dalam jaringan distribusi listrik, memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan keandalan dan efisiensi distribusi tenaga listrik. Membantu dalam pemantauan dan analisis kinerja jaringan distribusi listrik, sehingga memungkinkan tindakan perawatan dan perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Penelitian ini berhasil menerapkan teknik interpolasi untuk memperkirakan tegangan di titik yang tidak terukur dalam jaringan distribusi listrik.Interpolasi linear memberikan cara sederhana dan efektif untuk memperkirakan tegangan di titik yang tidak terukur dengan memanfaatkan data tegangan yang diukur.Hasil interpolasi menunjukkan bahwa tegangan di titik yang tidak terukur berada dalam rentang nilai yang masuk akal dan sesuai dengan pola penurunan tegangan yang diharapkan dalam jaringan distribusi listrik.Dengan menggunakan interpolasi, operator jaringan dapat memantau kinerja distribusi listrik secara lebih komprehensif, mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus, seperti titik-titik dengan tegangan terlalu rendah atau terlalu tinggi.Data interpolasi dapat mendukung keputusan dalam perawatan jaringan, memungkinkan tindakan pencegahan pada bagian jaringan yang menunjukkan degradasi kinerja.Interpolasi linear cocok untuk situasi di mana kecepatan dan kesederhanaan menjadi prioritas, serta ketika data yang dianalisis hampir linear.Interpolasi kuadratik lebih cocok untuk data yang menunjukkan kelengkungan, memberikan hasil yang lebih akurat meskipun lebih kompleks dalam perhitungan.Pemilihan metode tergantung pada kebutuhan spesifik akurasi dan kompleksitas dalam analisis data.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan interpolasi orde lebih tinggi, seperti interpolasi kubik, untuk meningkatkan akurasi estimasi tegangan di jaringan distribusi listrik. Selain itu, integrasi data real-time dari sensor IoT dapat diterapkan untuk memperbarui secara dinamis estimasi tegangan dan meminimalkan kesalahan akibat perubahan kondisi jaringan. Penelitian juga dapat membandingkan metode interpolasi dengan pendekatan machine learning, seperti neural network, untuk mengevaluasi potensi peningkatan efisiensi dan keandalan dalam prediksi kinerja jaringan distribusi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang kombinasi teknik matematika dan komputasi modern dalam manajemen sistem listrik. Selain itu, penelitian dapat fokus pada optimasi algoritma interpolasi dengan mempertimbangkan variasi beban listrik yang tidak linier, seperti pengaruh cuaca atau aktivitas industri di daerah tertentu. Pengembangan model simulasi jaringan distribusi berbasis interpolasi juga dapat dilakukan untuk memprediksi dampak perluasan jaringan atau perubahan kapasitas gardu induk. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi aplikasi interpolasi dalam sistem distribusi listrik berbasis energi terbarukan, seperti mengintegrasikan data dari panel surya atau turbin angin. Dengan memperluas cakupan penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan distribusi listrik di berbagai skenario nyata.

  1. Prediksi Kebutuhan Energi Listrik 25 Tahun Mendatang di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta | JTEIN: Jurnal... doi.org/10.24036/jtein.v5i1.543Prediksi Kebutuhan Energi Listrik 25 Tahun Mendatang di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta JTEIN Jurnal doi 10 24036 jtein v5i1 543
  2. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik pada PT. XYZ dengan Metode Profile Matching dan... jurnal.untan.ac.id/index.php/justin/article/view/44159Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik pada PT XYZ dengan Metode Profile Matching dan jurnal untan ac index php justin article view 44159
  3. Analisis Kinerja Lightning Arrester Akibat Sambaran Petir Sebagai Proteksi Transformator Di PT. PLN (Persero)... jtein.ppj.unp.ac.id/index.php/JTEIN/article/view/454Analisis Kinerja Lightning Arrester Akibat Sambaran Petir Sebagai Proteksi Transformator Di PT PLN Persero jtein ppj unp ac index php JTEIN article view 454
Read online
File size505.47 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test