POLNAMPOLNAM

JURNAL SIMETRIKJURNAL SIMETRIK

Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang mengancam integritas dan martabat individu, serta mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Berdasarkan data survei dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada tahun 2020, 77% responden dosen menyatakan bahwa kasus kekerasan seksual terjadi di perguruan tinggi, namun 63% responden dari pihak korban memilih untuk tidak melaporkan kasus mereka kepada pihak berwenang. Selain itu, perguruan tinggi merupakan lokasi ketiga terjadinya kekerasan seksual dengan persentase 15%. Menanggapi hal ini, Politeknik Negeri Ambon (POLNAM) telah membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (SATGAS PPKS) sebagai upaya pencegahan dan penanganan tindakan kekerasan seksual di lingkungan POLNAM. SATGAS PPKS bertugas memberikan pendampingan, bimbingan, dan informasi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus POLNAM. Berdasarkan data dan informasi dari Tim Satgas PPKS Polnam, belum pernah ada laporan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai keberadaan Satgas PPKS Polnam dan juga alur proses pelaporan serta pengisian formulir data aduan. Proses ini dilakukan secara manual dengan mengunjungi Satgas PPKS Polnam dan mengisi formulir pengaduan. Meskipun telah dilakukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, terdapat kendala yang memengaruhi efektivitas dan efisiensi proses pelaporan dan penanganan. Salah satu faktor penyebab minimnya pelaporan adalah adanya ketakutan akan kerahasiaan korban dan pelapor saat mengunjungi Tim PPKS. Oleh karena itu, dibutuhkan media yang berperan sebagai wadah informasi PPKS Polnam yang juga menangani proses pelaporan PPKS Internal.

Penelitian ini berhasil mengimplementasikan prototype sistem layanan e-pengaduan Satgas PPKS Polnam sesuai dengan kebutuhan yang ada.Sistem ini menyediakan media informasi mengenai keberadaan Satgas PPKS Polnam, berita terkait PPKS, layanan pengaduan, dan status pelacakan proses pengaduan.Pengujian sistem menggunakan metode black box menunjukkan bahwa semua fitur berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang diharapkan.Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat mendukung proses pengaduan Satgas PPKS di Politeknik Negeri Ambon.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai tingkat adopsi dan kepuasan pengguna terhadap sistem e-pengaduan ini, termasuk identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan sistem oleh mahasiswa dan staf. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan fitur-fitur tambahan pada sistem, seperti integrasi dengan sistem informasi mahasiswa untuk verifikasi identitas pelapor dan korban, serta pengembangan modul untuk analisis data pengaduan guna mengidentifikasi tren dan pola kekerasan seksual di kampus. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi kasus kekerasan seksual berdasarkan analisis data media sosial atau komunikasi online di lingkungan kampus, dengan tetap memperhatikan aspek etika dan privasi.

Read online
File size560.52 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test