UNRIYOUNRIYO

medika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatanmedika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Latar belakang: Pasien kanker berisiko mengalami gangguan asupan dan kehilangan massa otot sehingga pemenuhan kebutuhan energi dan protein perlu diperhatikan. Pengembangan makanan selingan berbasis pangan lokal yang mengandung branched-chain amino acids (BCAA) dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan gizi. Kacang hijau dan jagung berpotensi digunakan sebagai bahan dasar puding karena mengandung protein, energi, dan BCAA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis . Metode: Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga formulasi, yaitu F1 (75% kacang hijau:25% jagung), F2 (50%:50%), dan F3 (25%:75%). Uji organoleptik dilakukan oleh 15 panelis semi-terlatih. Karakteristik fisikokimia meliputi warna dan kadar air. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis, sedangkan kandungan gizi dan BCAA dihitung berdasarkan TKPI 2017. Hasil: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada warna (p=0,481), aroma (p=0,728), rasa (p=0,407), tekstur (p=0,073), dan penilaian keseluruhan (p=0,516). Secara deskriptif, F3 memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada rasa, tekstur, dan penilaian keseluruhan. F3 memiliki nilai kecerahan (L*) tertinggi sebesar 74,6. Kadar air tertinggi terdapat pada F2 (79,65%), sedangkan terendah pada F1 (77,0%). Kesimpulan: Puding berbasis kacang hijau dan jagung memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima, dengan F3 menunjukkan tingkat penerimaan deskriptif tertinggi. Analisis lebih lanjut melalui uji proksimat dan analisis BCAA secara laboratorium diperlukan untuk memastikan kandungan gizinya.

Formula F3 dengan komposisi 25% kacang hijau dan 75% jagung menunjukkan tingkat penerimaan deskriptif tertinggi pada parameter rasa, tekstur, dan penilaian keseluruhan, meskipun hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarformula pada parameter warna, aroma, rasa, tekstur, maupun penerimaan keseluruhan (p>0,05).Ketiga formulasi juga mengandung protein dan asam amino BCAA, yaitu leusin, isoleusin, dan valin, berdasarkan hasil perhitungan komposisi bahan.Kandungan tersebut menunjukkan potensi produk sebagai makanan selingan berbasis pangan lokal, tetapi belum dapat disimpulkan sebagai makanan terapeutik atau memberikan pengaruh terhadap status gizi pasien kanker karena penelitian belum melakukan uji klinis maupun intervensi pada pasien kanker.

Penelitian selanjutnya disarankan melakukan analisis proksimat dan analisis profil asam amino secara laboratoris untuk memperoleh nilai kandungan zat gizi dan BCAA yang lebih akurat. Selain itu, perlu dilakukan pengujian mutu mikrobiologis, daya simpan, dan optimasi kadar air agar kualitas produk lebih terjamin. Penelitian lanjutan juga dapat menguji penerimaan produk secara langsung pada pasien kanker serta mengevaluasi pengaruh pemberian puding terhadap asupan energi dan protein, status gizi, dan parameter klinis pasien. Pengembangan produk untuk pasien kanker perlu mempertimbangkan kebutuhan gizi individual, kondisi klinis, toleransi makan, serta tujuan terapi gizi masing-masing pasien.

Read online
File size363.9 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test