ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMAJURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA

Masalah yang dihadapi guru-guru terutama guru agama mengenai karakter siswa yaitu siswa TKR berangkat siang atau telat dengan alasan begadang, siswa parkir sembarangan, siswa suka minta pulang sebelum waktunya, siswa pernah mengambil uang PIP untuk keperluan yang tidak semestinya, siswa berkata kotor saat di depan kelas maupun di dalam kelas, siswa main game bareng bergerombol dengan posisi duduk jegang, dan siswa masuk ke WC guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMK Maarif NU 1 Wangon, faktor pendukung dan penghambatnya, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Akidah Akhlak di SMK Maarif NU 1 Wangon sangat penting dalam meningkatkan karakter religius siswa, baik sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, penasihat, fasilitator, motivator, evaluator, maupun inovator. Program sekolah yang terstruktur serta metode pembelajaran yang efektif turut mendukung pembentukan karakter religius, meskipun masih ada tantangan dari lingkungan sosial dan media digital. Faktor pendukung meliputi latar belakang keagamaan yang baik, keterlibatan keluarga, serta kegiatan keagamaan sekolah, sementara hambatan utamanya adalah rendahnya motivasi dan pengaruh negatif lingkungan. Penelitian ini menekankan perlunya sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan religius yang konsisten dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa karakter religius siswa di SMK Maarif NU 1 Wangon berkembang melalui program sekolah yang terstruktur, seperti pelaksanaan shalat berjamaah, tadarus Al-Quran, kultum, dan istighosah.Guru Akidah Akhlak memiliki peran sentral dalam membentuk karakter religius tersebut, tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator yang membentuk kebiasaan positif melalui pendekatan persuasif dan keteladanan.Faktor internal dan eksternal turut memengaruhi proses pembentukan karakter religius siswa, di mana dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang religius, serta metode pembelajaran yang interaktif menjadi penguat yang signifikan.Namun, tantangan seperti kurangnya motivasi siswa dan pengaruh negatif media sosial tetap menjadi hambatan yang perlu diantisipasi secara adaptif dan berkelanjutan.Secara keseluruhan, temuan ini menguatkan bahwa peran guru Akidah Akhlak sangat penting dalam meningkatkan karakter religius siswa, sesuai dengan tujuan utama penelitian ini.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif dalam pendidikan agama, khususnya Akidah Akhlak. Bagaimana guru dapat menggunakan pendekatan saintifik dan teknologi untuk meningkatkan karakter religius siswa? Apakah ada metode pembelajaran yang lebih efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai religius? Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa. Bagaimana sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dapat ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan religius yang konsisten dan berkelanjutan? Apakah ada strategi khusus yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan dari media sosial dan pengaruh negatif lingkungan? Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam upaya meningkatkan karakter religius siswa di SMK Maarif NU 1 Wangon dan sekolah-sekolah lainnya.

Read online
File size516.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test