BMKGBMKG

Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan Geofisika

Suhu permukaan laut (SPL) merupakan komponen penting yang dapat mengendalikan cuaca dan iklim di wilayah Indonesia. Seiring dengan adanya isu perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu global, maka SPL disinyalir juga berubah. Pada penelitian ini dikaji tentang karakteristik dan tren perubahan SPL di wilayah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perubahan SPL di wilayah Indonesia. Untuk itu dianalisa data SPL selama 28 tahun (1982-2009) dengan metode Mann-Kendall test. Domain yang digunakan adalah 15°LU-15°LS, 90°BT-145°BT. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa karakteristik siklus SPL di wilayah Indonesia berhubungan erat dengan siklus monsun yang bertiup di wilayah ini dimana pada periode monsun Asia SPL di wilayah utara lebih hangat sebaliknya pada periode monsun Australia, di selatan yang lebih hangat dan di sekitar ekuator mengalami SPL paling hangat pada periode peralihan. Secara umum di wilayah Indonesia terutama di inner sea terjadi tren peningkatan SPL dengan probabilitas > 95%. Daerah inlet Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan South Equatorial Current yang meliputi perairan sekitar Biak, Selat Makassar, Halmahera, dan Laut Banda, pada umumnya mengalami tren peningkatan SPL yang paling tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya dengan peningkatan mencapai 0,5-1,1 °C pada periode DJF. Pada masa peralihan dan musim kemarau, hanya di Pasifik bagian barat yang mengalami tren meningkat.

Variasi SPL di wilayah Indonesia bergantung pada siklus monsun yang melewati Indonesia dimana pada periode monsun Asia SPL di wilayah utara lebih hangat sebaliknya pada periode monsun Australia, di selatan yang lebih hangat dan di sekitar ekuator mengalami SPL paling hangat pada periode peralihan.Secara umum di wilayah Indonesia terutama di inner sea terjadi tren peningkatan SPL dengan probabilitas > 95%.Daerah aliran ARLINDO dan SEC Samudera Pasifik yang meliputi perairan sekitar Biak, Selat Makassar, Halmahera, dan Laut Banda, pada umumnya mengalami tren peningkatan SPL yang paling tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.Dinamika SPL di inlet ARLINDO seperti Selat Makassar, Halmahera dan perairan sekitar Biak berkorelasi tinggi terhadap fenomena ENSO, sedangkan perairan sebelah barat seperti Samudera Hindia dan Selat Sunda lebih berkorelasi dengan IOD.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada interaksi antara fenomena ENSO dan IOD dalam memengaruhi variasi suhu permukaan laut di wilayah Indonesia, terutama di jalur arus ARLINDO. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih dalam tentang dampak perubahan suhu permukaan laut terhadap ekosistem maritim dan aktivitas iklim regional. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran arus laut lokal dalam memperkuat atau mengurangi tren pemanasan global di perairan Indonesia.

Read online
File size689.98 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test