BMKGBMKG

Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan Geofisika

Prediksi awal musim hujan merupakan suatu hal penting yang menunjang beberapa sektor di antaranya di sektor pertanian. Prediksi awal musim dipergunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan kegiatan penanam padi khususnya penentuan awal musim tanam. Untuk menentukan awal musim hujan biasanya ditandai dengan perubahan sirkulasi atmosfer yang cukup signifikan misalnya perubahan arah angin, tekanan udara permukaan dan daerah liputan awan. Untuk penelitian ini dipergunakan 17 prediktor yang telah dipilih berdasarkan tes korelasi spasial antara prediktor dan awal musim. Penelitian ini difokuskan di daerah Pantura Jawa Barat yang terdiri dari Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon yang merupakan daerah sentra pangan khususnya beras. Wilayah Pantura memasok sekitar 30% kebutuhan beras untuk Jawa Barat. Dari 17 prediktor yang terpilih kemudian dimasukkan ke dalam model regresi dengan melakukan semua kemungkinan kombinasi sehingga didapatkan model yang terbaik dengan menggunakan indikator mean square error terkecil. Untuk semua model yang disimulasikan diperlihatkan bahwa hampir semua model menghasilkan hasil yang baik baik baik pada kondis tahun normal maupun pada saat terjdinya El Nino dan La Nina.

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu hasil kinerja model prediksi awal musim hujan menunjukkan hasil yang baik, hal ini dikarenakan input prediktor yang mempunyai hubungan yang kuat dengan variabilitas awal musim di Pantura Jawa Barat.Dengan memperbandingkan dari dari 5 model yang diuji, model ensembel memberikan kinerja yang paling baik, hal ini ditandai dengan nilai RMSE, r dan ROC yang sangat baik.Model ini telah dapat memprediksi dengan cukup baik kondisi awal musim pada kondisi ekstrim akibat pengaruh El Nino dan La Nina di mana kondisi ini belum bisa dilakukan oleh model-model sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengintegrasikan data satelit atau teknologi remote sensing untuk meningkatkan akurasi prediksi awal musim hujan. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim jangka panjang terhadap pola awal musim hujan di wilayah Pantura Jawa Barat. Ketiga, pengembangan model prediksi yang lebih dinamis dengan mempertimbangkan variabel-variabel lokal seperti perubahan penggunaan lahan atau aktivitas manusia. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkuat dasar ilmiah model prediksi dan meningkatkan relevansi aplikasi praktis di sektor pertanian.

Read online
File size1.53 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test