AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di Indonesia dan seringkali tidak terdiagnosis, terutama di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas. Keterlambatan identifikasi dini meningkatkan risiko komplikasi berat bagi ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi model Early Warning Score (EWS) berbasis tanda vital dan gejala klinis melalui desain kohort prospektif pada 65 wanita hamil trimester tiga yang dipantau hingga persalinan. Data yang dikumpulkan meliputi tekanan darah, denyut jantung, laju pernapasan, serta gejala seperti sakit kepala, penglihatan kabur, nyeri epigastrik, dan edema. Analisis bivariat dengan uji Chi‑Square mengidentifikasi variabel terkait preeklamsia, diikuti regresi logistik multivariat untuk menentukan prediktor signifikan. Validitas model dinilai menggunakan kurva ROC untuk diskriminasi, uji Hosmer‑Lemeshow untuk kalibrasi, dan Decision Curve Analysis (DCA) untuk manfaat klinis. Insiden preeklamsia pada responden sebesar 12,3% (8 dari 65 peserta). Tiga prediktor signifikan teridentifikasi: tekanan darah sistolik ≥140 mmHg (OR 5,21; p=0.003), sakit kepala (OR 6,45; p=0.002), dan penglihatan kabur (OR 4,78; p=0.015). Model EWS yang dikembangkan menunjukkan diskriminasi yang sangat baik (AUROC 0.86) dan kalibrasi yang memuaskan (p=0.521 pada uji Hosmer‑Lemeshow). Hasil DCA menunjukkan manfaat klinis bersih yang bermakna pada ambang probabilitas 10–30%. Kesimpulannya, model EWS yang diusulkan akurat, terkalibrasi dengan baik, dan memberikan manfaat klinis, serta direkomendasikan sebagai alat skrining untuk deteksi dini preeklamsia.
Berdasarkan temuan penelitian ini, Early Warning Score (EWS) yang dikembangkan untuk skrining preeklamsia disarankan untuk diadopsi dalam layanan Antenatal Care (ANC) rutin di fasilitas kesehatan primer, khususnya Puskesmas.Tenaga kesehatan perlu memperoleh pelatihan yang tepat agar dapat melakukan penilaian dan pemberian skor yang akurat terhadap tanda vital serta gejala klinis, serta EWS harus diintegrasikan secara standar dalam proses identifikasi dini, manajemen, dan rujukan.Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memvalidasi model ini pada populasi yang lebih luas dan beragam serta mengeksplorasi integrasinya ke dalam sistem kesehatan digital guna mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan hasil kesehatan maternal.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan dan kegunaan Early Warning Score (EWS) untuk preeklamsia pada sampel yang lebih besar dan beragam secara geografis, termasuk wilayah rural dan perkotaan, guna memastikan generalisasi model terhadap populasi ibu hamil Indonesia. Selanjutnya, studi dapat mengembangkan dan menguji integrasi EWS ke dalam platform aplikasi mobile yang terhubung dengan sistem rekam medis elektronik, dengan menilai sejauh mana penggunaan teknologi digital meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dan mempercepat rujukan pada kasus berisiko tinggi. Penelitian lain dapat membandingkan efektivitas model EWS berbasis tanda vital dan gejala klinis dengan model yang menambahkan biomarker laboratorium sederhana, seperti protein urine atau rasio sFlt‑1/PlGF, untuk menentukan apakah kombinasi tersebut memberikan prediksi yang lebih sensitif tanpa menambah beban biaya. Selain itu, analisis biaya‑manfaat dapat dilakukan untuk menilai implikasi ekonomi penerapan EWS secara luas di puskesmas, termasuk estimasi penghematan akibat penurunan komplikasi maternal dan neonatal serta potensi pengaruhnya terhadap target penurunan angka kematian ibu. Akhirnya, penelitian kualitatif dapat meneliti persepsi dan pengalaman tenaga kesehatan serta ibu hamil terhadap penggunaan EWS, guna mengidentifikasi hambatan implementasi dan mengembangkan strategi pelatihan yang lebih efektif dan mudah dipahami.
| File size | 212.7 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBJMUMBJM Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan yang signifikan setelah intervensi (p < 0,001), disertai dengan penurunan tekananHasil penelitian menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan yang signifikan setelah intervensi (p < 0,001), disertai dengan penurunan tekanan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Jus kurma terbukti efektif sebagai terapi alternatif nonfarmakologis yang alami dalam mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kegiatan iniJus kurma terbukti efektif sebagai terapi alternatif nonfarmakologis yang alami dalam mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kegiatan ini
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah dilakukan senam hipertensi. Senam hipertensi terbukti secara signifikan menurunkanHasil ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah dilakukan senam hipertensi. Senam hipertensi terbukti secara signifikan menurunkan
PROSCIENCESPROSCIENCES Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimentation. Responden diberikan intervensi akupresur pada titikMetode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimentation. Responden diberikan intervensi akupresur pada titik
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Efektivitasnya diperkuat melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah, perbaikan sirkulasi darah, dan penurunan resistensi vaskular. Kombinasi senamEfektivitasnya diperkuat melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah, perbaikan sirkulasi darah, dan penurunan resistensi vaskular. Kombinasi senam
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Setelah pendidikan kesehatan, hampir seluruh responden (75,9%) memiliki sikap positif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatanSetelah pendidikan kesehatan, hampir seluruh responden (75,9%) memiliki sikap positif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Ada beda selisih tekanan darah sistolik antara kelompok kontrol (pemberian terapi standar) dan kelompok perlakuan (pemberian terapi standar dan bekam kering)Ada beda selisih tekanan darah sistolik antara kelompok kontrol (pemberian terapi standar) dan kelompok perlakuan (pemberian terapi standar dan bekam kering)
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya pergerakan, menjadi salah satu faktor penyebab penyakit ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitasPerubahan gaya hidup, seperti kurangnya pergerakan, menjadi salah satu faktor penyebab penyakit ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas
Useful /
UIMAUIMA Edukasi oleh apoteker dan penggunaan alat bantu seperti kotak obat dan pengingat terbukti efektif meningkatkan kepatuhan hingga >70%. Promosi kesehatanEdukasi oleh apoteker dan penggunaan alat bantu seperti kotak obat dan pengingat terbukti efektif meningkatkan kepatuhan hingga >70%. Promosi kesehatan
UIMAUIMA Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan terapi berkebun dengan menggunakan pohon cabai sebagai bentuk terapi kognitif pada lansia, bekerjasamaPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan terapi berkebun dengan menggunakan pohon cabai sebagai bentuk terapi kognitif pada lansia, bekerjasama
UIMAUIMA Untuk mengetahui keefektifan promosi kesehatan dilakukan analisis tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan menggunakan alat kuisioner,Untuk mengetahui keefektifan promosi kesehatan dilakukan analisis tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan menggunakan alat kuisioner,
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Faktor-faktor seperti kecanduan makanan, status sosial‑ekonomi rendah, dan paparan iklan makanan tidak sehat memperkuat konsumsi UPF dan meningkatkanFaktor-faktor seperti kecanduan makanan, status sosial‑ekonomi rendah, dan paparan iklan makanan tidak sehat memperkuat konsumsi UPF dan meningkatkan