UIMAUIMA

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia MajuJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju

Kegawatdaruratan di masyarakat seperti tersedak, luka bakar, henti jantung, kejang yang mengancam jiwa memerlukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk mempertahankan penderita tetap hidup, serta mempercepat kesembuhan penderita. Di Cinere Depok masih terhadap penanganan Gawat Darurat sedikit pengetahuan Khususnya, Serangan Jantung, Kejang Deman, Luka Bakar dan Tersedak pada anak kecil, untuk itu diperlukan pengetahuan cukup tentang BHD dan sudah terlatih. Sehingga diperlukan promosi kesehatan penanganan kegawatdaruratan tentang BHD. Metode yang dilakukan dengan melakukan promosi kesehatan dengan cara penyuluhan langsung ke masyarakat Cinere Depok. Untuk mengetahui keefektifan promosi kesehatan dilakukan analisis tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan menggunakan alat kuisioner, kemudian di analisis menggunakan SPSS. Hasil pengabdian di atas menunjukan ada perubahan tingkat pengetahuan dilihat dari jumlah kenaikan tingkat pengetahuan Kategori Cukup pada pre-test dari 17 responden atau 45.9% menjadi Kategori Baik 26 responden atau 70.3% pada tingkat pengetahuan post-test. Dengan kenaikan nilai rata-rata sebesar 0.7027. Dengan hasil tersebut maka diperlukan penyuluhan berkelanjutan dengan membentuk TIM Code Blue di Masyarakat. Sehingga masyarakat yang gawat darurat dapat tertolong.

Pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat dari kategori Cukup menjadi Baik serta kenaikan nilai rata‑rata pengetahuan.Keberhasilan tersebut didukung oleh metode penyuluhan interaktif berupa ceramah, tanya‑jawab, dan pendekatan yang menyenangkan, serta dipengaruhi oleh faktor internal seperti pendidikan dan motivasi serta faktor eksternal seperti kualitas penyampaian materi dan intensitas interaksi.Hasil ini menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan strategi edukatif yang efektif dan dapat menjadi dasar pembentukan Tim CODE BLUE di masyarakat Cinere, Depok.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi sejauh mana pengetahuan Bantuan Hidup Dasar yang diperoleh melalui penyuluhan tetap terjaga dalam jangka panjang, misalnya dengan melakukan survei kembali setelah enam atau dua belas bulan untuk menilai retensi informasi dan keterampilan. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas metode promosi kesehatan tradisional berupa penyuluhan tatap muka dengan pendekatan digital seperti video edukasi atau aplikasi mobile, guna menentukan strategi paling efisien dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat pada skala yang lebih luas. Selanjutnya, penelitian dapat menilai dampak pembentukan Tim CODE BLUE berbasis komunitas terhadap respons darurat sebenarnya, misalnya dengan mengukur waktu respons, tingkat keberhasilan penanganan kasus gawat darurat, dan persepsi warga terhadap kesiapsiagaan, sehingga dapat memberikan bukti empiris bagi kebijakan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Penelitian juga dapat meneliti perbedaan efektivitas penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis peserta, seperti usia, tingkat pendidikan, atau status sosial ekonomi, untuk menyesuaikan materi agar lebih relevan. Selain itu, evaluasi terhadap biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap metode promosi dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan program pada tingkat daerah.

  1. Peningkatan Pengetahuan Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Melalui Promosi Kesehatan Penanganan Kegawatdaruratan... journals.uima.ac.id/index.php/JLS1/article/view/3825Peningkatan Pengetahuan Tentang Bantuan Hidup Dasar BHD Melalui Promosi Kesehatan Penanganan Kegawatdaruratan journals uima ac index php JLS1 article view 3825
Read online
File size391.83 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test