JURNALPOLTEKKESMALUKUJURNALPOLTEKKESMALUKU

JKTJKT

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai oleh kerusakan kartilago hialin, peningkatan ketebalan tulang subkondral, sklerosis tulang, pembentukan osteofit pada tepi sendi, serta kelemahan otot di sekitar sendi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas fungsional, terutama kemampuan berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan berjalan fungsional setelah pemberian kombinasi terapi Russian Current dan Quadriceps Bench Exercise pada pasien osteoarthritis lutut di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain quasi‑experimental dengan pendekatan one‑group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 11 responden perempuan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Intervensi diberikan dua kali seminggu selama empat minggu. Kemampuan berjalan fungsional diukur menggunakan Lequesne Index sebelum dan sesudah intervensi. Rata‑rata skor Lequesne Index menurun dari 5,91 ± 1,446 sebelum intervensi menjadi 4,82 ± 1,471 setelah intervensi. Hasil uji paired t‑test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001), yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berjalan fungsional setelah intervensi. Kombinasi terapi Russian Current dan Quadriceps Bench Exercise berhubungan dengan peningkatan kemampuan berjalan fungsional pada pasien perempuan dengan osteoarthritis lutut. Namun, hasil penelitian ini perlu ditafsirkan secara hati‑hati karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol.

Penelitian ini menemukan bahwa skor rata‑rata Indeks Lequesne menurun dari 5,91 sebelum intervensi menjadi 4,82 setelah delapan sesi terapi gabungan Russian Current dan Quadriceps Bench Exercise.Penurunan skor ini signifikan secara statistik (p < 0,001), menunjukkan peningkatan aktivitas berjalan fungsional pada pasien perempuan dengan osteoarthritis lutut.namun karena desain satu‑kelompok pre‑test‑post‑test tanpa kelompok kontrol dan sampel kecil, perbaikan tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan intervensi.Oleh karena itu, diperlukan studi selanjutnya dengan desain randomised controlled trial, sampel yang lebih besar, kelompok pembanding, dan periode tindak lanjut yang lebih lama untuk mengkonfirmasi efektivitas dan relevansi klinis intervensi gabungan tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas terapi gabungan Russian Current dan Quadriceps Bench Exercise dengan masing‑masing terapi tunggal (Russian Current saja atau Quadriceps Bench Exercise saja) pada pasien osteoarthritis lutut untuk menentukan kontribusi relatif masing‑masing komponen terhadap peningkatan aktivitas berjalan fungsional. Selain itu, studi dengan desain randomised controlled trial yang melibatkan sampel yang lebih besar dan variasi dosis (misalnya frekuensi sesi terapi 2‑4 kali per minggu selama 4‑8 minggu) dapat menguji hubungan dosis‑respons antara intensitas intervensi dan perubahan skor Indeks Lequesne serta parameter klinis lain seperti tingkat nyeri, kecepatan berjalan, dan kualitas hidup. Penelitian jangka panjang yang mengikuti peserta selama minimal enam bulan hingga satu tahun setelah intervensi diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan manfaat, potensi penurunan kembali gejala, serta efek samping atau adaptasi neuromuskular yang mungkin terjadi. Akhirnya, analisis faktor‑moderator seperti usia, indeks massa tubuh, tingkat keparahan radiologis, dan tingkat aktivitas fisik awal dapat memberikan wawasan tentang subkelompok pasien yang paling diuntungkan oleh terapi gabungan ini, sehingga memfasilitasi pengembangan protokol rehabilitasi yang dipersonalisasi.

Read online
File size346.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test