UNTARUNTAR

PrologiaPrologia

Masyarakat diperkenalkan dengan citra dan standar tubuh perempuan yang langsing, tinggi, dan kulit yang halus nan bersih melalui fesyen, iklan, dan film. Salah satu cara untuk membantu menyelesaikan masalah sosial ini dengan lewat salah satu kegiatan public relations, yaitu kampanye PR. Maka dari itu Nipplets sebagai sebuah toko online yang menjual lingerie tertarik untuk mengadakan sebuah kampanye tubuh positif perempuan melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kampanye Nipplets, mulai dari tahap research hingga evaluation. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Media Sosial, Kampanye PR, Body Image, dan Cyber PR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian memperlihatkan kampanye tubuh positif yang dilakukan oleh @nipplets_official berlatarbelakangkan minimnya produsen lingerie untuk perempuan berukuran besar di Indonesia dan body insecurities. Perencanaan melibatkan berbagai pihak mulai dari production team, model, influencer, hingga psikolog untuk menyampaikan pesan dari kampanye ini. Kampanye ini dikomunikasikan melalui Instagram selama kurang lebih satu bulan dengan strategi video marketing, Instagram Story, dan unggahan foto bermuatan kata mutiara. Evaluasi yang didapat adalah pesan tersampaikan dengan baik dan menjadi masukan untuk kampanye berikutnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kampanye tubuh positif “Real People Real Body dilatarbelakangi oleh masalah sosial perempuan di Indonesia, yaitu kurangnya penerimaan diri dan terbatasnya lingerie ukuran plus size.Kampanye direncanakan selama tiga bulan oleh Nipplets, melibatkan tim produksi, pemilihan model sukarela, dan proses pemotretan.Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran serta mencintai tubuh sendiri melalui media Instagram.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang kampanye tubuh positif terhadap tingkat harga diri dan kepuasan tubuh perempuan berukuran plus size, dengan menggunakan desain longitudinal dan instrumen psikologis terstandarisasi. Selain itu, dibandingkan efektivitas penyampaian pesan kampanye pada platform media sosial yang berbeda, seperti Instagram versus TikTok, untuk memahami platform mana yang paling efektif dalam meningkatkan penerimaan tubuh dan engagement audiens. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran influencer dibandingkan profesional seperti psikolog dalam memediasi pesan kampanye, menilai sejauh mana masing-masing kontribusi mempengaruhi persepsi publik dan perilaku pembelian produk lingerie yang inklusif.

Read online
File size697.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test