GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER
Eduversity : Journal of Future Interdisciplinary EducationEduversity : Journal of Future Interdisciplinary EducationPerkembangan game online telah menghadirkan lingkungan virtual yang kaya akan informasi spasial dan berpotensi memengaruhi perilaku keruangan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis . Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pemanfaatan informasi spasial dalam game online berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keruangan mahasiswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,288 menunjukkan bahwa intensitas pemanfaatan informasi spasial dalam game online memberikan kontribusi sebesar 28,8% terhadap perilaku keruangan mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan virtual dalam game online tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat menjadi sumber pengalaman spasial yang berkontribusi terhadap pembentukan perilaku keruangan mahasiswa.
Penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas pemanfaatan informasi spasial dalam game online berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keruangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi.Hasil tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam memanfaatkan informasi spasial yang terdapat dalam game online, maka semakin baik pula perilaku keruangan yang ditunjukkan.Intensitas pemanfaatan informasi spasial dalam game online memberikan kontribusi sebesar 28,8% terhadap variasi perilaku keruangan mahasiswa, sedangkan 71,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan virtual dalam game online tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat menjadi sumber pengalaman spasial yang berkontribusi terhadap pembentukan perilaku keruangan mahasiswa.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang melibatkan responden dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia untuk melihat apakah berlaku secara umum atau hanya terbatas pada mahasiswa pendidikan geografi. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan memasukkan variabel-variabel lain yang juga berpotensi memengaruhi perilaku keruangan mahasiswa, seperti pengalaman mobilitas, kemampuan kognitif spasial, dan pengalaman belajar. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang membentuk perilaku keruangan mahasiswa di era digital.
| File size | 244.79 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UIIDALWAUIIDALWA Hasil menunjukkan AR secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa, dengan skor rata-rata naik dari 68,4 menjadi 82,7 dan partisipasiHasil menunjukkan AR secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa, dengan skor rata-rata naik dari 68,4 menjadi 82,7 dan partisipasi
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Hal ini dapt dilihat dari peningkatan skor dari rata-rata pretest 74,28 menjadi posttest 87,18 pada 32 anak menunjukkan efektivitas. Deviasi standar menurunHal ini dapt dilihat dari peningkatan skor dari rata-rata pretest 74,28 menjadi posttest 87,18 pada 32 anak menunjukkan efektivitas. Deviasi standar menurun
STAIMNGLAWAKSTAIMNGLAWAK (b) perlukan perencanaan yang sangat matang terutama dalam hal pengelolaan alat dan bahan. (c) keterbatasan variasi eksperimen dengan bahan sederhana.(b) perlukan perencanaan yang sangat matang terutama dalam hal pengelolaan alat dan bahan. (c) keterbatasan variasi eksperimen dengan bahan sederhana.
STAI YPBWISTAI YPBWI Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian yang digunakan difokuskan pada orang tua berusia 28-34 tahun yangJenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian yang digunakan difokuskan pada orang tua berusia 28-34 tahun yang
STAI YPBWISTAI YPBWI Peningkatan kembali terjadi pada siklus I pertemuan kedua, dengan 3 anak (9%) pada kategori BB, 5 anak (16%) pada kategori MB, 15 anak (47%) pada kategoriPeningkatan kembali terjadi pada siklus I pertemuan kedua, dengan 3 anak (9%) pada kategori BB, 5 anak (16%) pada kategori MB, 15 anak (47%) pada kategori
EDUJAVAREEDUJAVARE Subjek penelitian adalah anak-anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakanSubjek penelitian adalah anak-anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20-30 tahunData dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20-30 tahun
UKIMUKIM Hal ini menunjukkan bahwa melalui analisis mendalam, kita dapat menemukan titik temu yang dapat menyatukan dan bahkan mendekatkan dua agama dalam penerimaanHal ini menunjukkan bahwa melalui analisis mendalam, kita dapat menemukan titik temu yang dapat menyatukan dan bahkan mendekatkan dua agama dalam penerimaan
Useful /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular dan ginjal. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik denganHipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular dan ginjal. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Latar belakang: Status gizi menentukan kemampuan fisik dan performa atlet; keseimbangan asupan energi, aktivitas fisik, dan frekuensi latihan berperanLatar belakang: Status gizi menentukan kemampuan fisik dan performa atlet; keseimbangan asupan energi, aktivitas fisik, dan frekuensi latihan berperan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kesimpulan: Usia dewasa ≥ 18 tahun sebanyak 54 orang (100%) dengan rentang umur 21–23 tahun sebanyak 8 orang, 25–49 tahun (usia produktif) sebanyakKesimpulan: Usia dewasa ≥ 18 tahun sebanyak 54 orang (100%) dengan rentang umur 21–23 tahun sebanyak 8 orang, 25–49 tahun (usia produktif) sebanyak
UEUUEU Instrument sudah dilakukan uji validitas (r 0. 88) dan reabilitas (r 0. 97). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.Instrument sudah dilakukan uji validitas (r 0. 88) dan reabilitas (r 0. 97). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.