POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Faktor pengasuhan diduga kuat memengaruhi perkembangan tersebut, bahkan dalam kondisi stunting.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dan interaksi sosial terhadap perkembangan kognitif anak balita stunting di Desa Buyumpondoli.. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilaksanakan di Posyandu Desa Buyumpondoli, Wilayah Kerja Puskesmas Tentena, pada 21-22 Juli 2025. Sebanyak 35 ibu yang memiliki balita stunting dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel.. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20-30 tahun (51,4%), berpendidikan SMA (62,9%), dan bekerja di sektor swasta (57,1%). Pola asuh demokratis dominan diterapkan (74,3%). Namun, sebagian besar anak (74,3%) memiliki kemampuan kognitif yang tidak baik, meskipun interaksi sosialnya baik (68,6%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dan perkembangan kognitif (p-value=0,005), dimana pola asuh yang baik meningkatkan peluang memiliki kognitif yang baik sebesar 2,6 hingga 3 kali. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan perkembangan kognitif (p-value=0,685).. Kesimpulan: Pola asuh merupakan faktor kritis yang berhubungan signifikan dengan perkembangan kognitif anak stunting. Diperlukan intervensi berbasis parenting education untuk memperkuat kualitas pola asuh demokratis, yang dikombinasikan dengan intervensi gizi dan kesehatan yang komprehensif untuk menangani stunting.
Pola asuh memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kognitif anak stunting, dengan pola demokratis meningkatkan kemungkinan kognitif baik dua hingga tiga kali.Meskipun mayoritas keluarga menerapkan pola demokratis, masih tinggi prevalensi kognitif buruk, menandakan faktor lain seperti gizi dan stimulasi rumah mempengaruhi.Intervensi harus fokus pada pendidikan pengasuhan, beserta program gizi dan kesehatan komprehensif untuk mengatasi stunting.
Untuk mendalami pengaruh pola asuh, studi longitudinal dapat dilakukan di wilayah yang berbeda untuk menilai perubahan kognitif jangka panjang. Penelitian intervensi eksperimen yang mengkombinasikan program parenting education dengan penyuluhan nutrisi dapat menilai dampak terpadu terhadap perkembangan kognitif. Analisis penyebab tambahan, seperti kualitas stimulasi fleksibilitas rumah, dapat mengidentifikasi faktor pendukung kognitif yang belum terungkap dalam konteks stunting.
| File size | 193.66 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Keterlibatan orang tua sebagai bagian integral dari proses pendidikan ditemukan menghasilkan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dan task commitmentKeterlibatan orang tua sebagai bagian integral dari proses pendidikan ditemukan menghasilkan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dan task commitment
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Berdasarkan data hasil observasi, wawancara, dan triangulasi data, terlihat adanya peningkatan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahunBerdasarkan data hasil observasi, wawancara, dan triangulasi data, terlihat adanya peningkatan kemampuan pengenalan lambang bilangan anak usia 4-5 tahun
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Kondisi ini dapat dicegah melalui pemberian ASI eksklusif yang memadai selama enam bulan pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsiKondisi ini dapat dicegah melalui pemberian ASI eksklusif yang memadai selama enam bulan pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsi
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Guru PAUD dianjurkan untuk memanfaatkan media konkret seperti papan hitung saat mengajarkan matematika agar anak menjadi lebih bersemangat dan memahamiGuru PAUD dianjurkan untuk memanfaatkan media konkret seperti papan hitung saat mengajarkan matematika agar anak menjadi lebih bersemangat dan memahami
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO This study employed a quantitative method under pre-experimental design. The findings showed that before implementing the STEAM method, the cognitive developmentThis study employed a quantitative method under pre-experimental design. The findings showed that before implementing the STEAM method, the cognitive development
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Sampel terdiri atas 20 anak, yang dibagi menjadi dua kelompok: 10 anak sebagai kelompok eksperimen dan 10 anak sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimenSampel terdiri atas 20 anak, yang dibagi menjadi dua kelompok: 10 anak sebagai kelompok eksperimen dan 10 anak sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Dari segi intelektual, anak‑anak tersebut menunjukkan penurunan kemampuan kognitif, keterlambatan membaca, serta kesulitan berkonsentrasi yang mengakibatkanDari segi intelektual, anak‑anak tersebut menunjukkan penurunan kemampuan kognitif, keterlambatan membaca, serta kesulitan berkonsentrasi yang mengakibatkan
UNISMUHUNISMUH Minat dan motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan salah satu cara pemilihan media yang sesuai. Pemilihan media pembelajaran visual berbantuan aplikasiMinat dan motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan salah satu cara pemilihan media yang sesuai. Pemilihan media pembelajaran visual berbantuan aplikasi
Useful /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5–6 tahun di TK Gracia Sudiang. Penelitian iniPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan tradisional lompat tali pada anak usia 5–6 tahun di TK Gracia Sudiang. Penelitian ini
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam hal kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, ketaatan pada aturan, serta keterampilan dalam mengelola emosi danAnak-anak menunjukkan peningkatan dalam hal kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, ketaatan pada aturan, serta keterampilan dalam mengelola emosi dan
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Temuan ini mengindikasikan bahwa akreditasi bukanlah satu-satunya determinan dalam meningkatkan kualitas kinerja guru. Efektivitas supervisi lebih ditentukanTemuan ini mengindikasikan bahwa akreditasi bukanlah satu-satunya determinan dalam meningkatkan kualitas kinerja guru. Efektivitas supervisi lebih ditentukan
CAHAYA ICCAHAYA IC Studi ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan sikap ilmiah dan karakter Siswa Pancasila relevan untuk konteks pendidikan IndonesiaStudi ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan sikap ilmiah dan karakter Siswa Pancasila relevan untuk konteks pendidikan Indonesia