UHBUHB

Jurnal Kolaborasi Riset SarjanaJurnal Kolaborasi Riset Sarjana

Penelitian ini membahas peran viktimologi dalam sistem pidana di Indonesia, yang selama ini lebih fokus pada pelaku kejahatan daripada korban. Metode yuridis normatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan statute approach dan case approach. Dengan meningkatnya kesadaran akan hak-hak korban, viktimologi muncul sebagai disiplin ilmu yang penting untuk memahami dampak kejahatan terhadap individu dan masyarakat. Penelitian ini mengkaji bagaimana viktimologi dapat mengubah paradigma hukum yang ada, dengan tekanan perlindungan, kompensasi, dan rehabilitasi bagi korban. Melalui analisis kasus-kasus terkini, seperti tragedi Kanjuruhan dan penembakan Pendeta Yeremia Zanambani, ditemukan bahwa sistem peradilan masih belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan korban. Rekomendasi kebijakan mencakup penyusunan undang-undang khusus perlindungan korban, revisi KUHAP, peningkatan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta program rehabilitasi yang komprehensif. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip viktimologi dapat meningkatkan legitimasi peradilan dan memberikan keadilan yang lebih baik bagi korban kejahatan.

Penelitian ini menegaskan bahwa viktimologi memiliki peran sentral dalam reformasi hukum pidana di Indonesia dengan mengalihkan fokus dari pelaku ke korban.Praktik pengaturan lama menunjukkan keterbatasan perlindungan korban, sebagaimana tampak pada kasus-kasus pelanggaran HAM dan tragedi besar.Dengan demikian, viktimologi menjadi landasan penting untuk mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih adil dan berorientasi pada pemulihan korban.Penelitian ini merekomendasikan penyusunan kebijakan hukum yang komprehensif dengan menempatkan korban sebagai subjek aktif dalam sistem peradilan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji efektivitas implementasi undang-undang khusus perlindungan korban, termasuk mekanisme kompensasi dan rehabilitasi yang tersedia bagi korban kejahatan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan viktimologi di Indonesia dengan negara-negara lain yang telah berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip viktimologi ke dalam sistem peradilan pidana mereka. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman korban kejahatan secara lebih komprehensif, termasuk dampak psikologis, sosial, dan ekonomi yang mereka alami. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan spesifik korban dan mengembangkan program intervensi yang lebih efektif. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih adil, manusiawi, dan responsif terhadap kebutuhan korban kejahatan di Indonesia.

Read online
File size325.65 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test